Pada Sat, 2 Aug 2003 05:50:22 -0400
"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> Kalau saya melihat dari sudut pandang agama, saya kira pembajakan dalam
> kondisi tertentu masih bisa dibenarkan (dan mungkin malah berpahala).
> Seperti contoh di bawah ini...
> 
> Ingat bahwa hukum/undang-undang dibuat oleh manusia, sehingga salah dari
> sudut pandang hukum belum tentu salah dari sudut pandang agama!

Bukan untuk memperpanjang ... tapi hanya sebuah perumpamaan dan pertanyaan saja ...
"Apabila Anda ingin bersedekah tp tidak mampu, apakah lantas Anda mencuri untuk 
disedekahkan itu dapat dibenarkan ?"
Kalo memang dibenarkan ... ya sudah :)) ;-) Just a question :-)

Mungkin sudut pandang teman2 soal HAKI perlu disamakan dulu ...
Menurut saya jangan lihat sisi pembajakan yg menguntungkan / memajukan "bangsa".
Tp menurut saya HAKI ini harus nya "cambuk" untuk pemerintah (dan kita2) dalam hal 
memajukan bangsa di arah yg "benar", misal :
- dengan meningkatkan taraf hidup secara umum, agar mampu dengan sendiri nya utk beli 
software berlisensi
- bantuan2 utk lembaga pendidikan dalam pengadaan software (jika kebijakan memurahkan 
harga hanya memicu masalah lain)
--> kl perpustakaan bisa tersebar dimana2 plus perpustakaan keliling, kenapa gak bisa 
ada penyediaan lab. komputer dimana2 plus lab komputer keliling :D (plus internet kl 
bisa)
- biasakan bangsa ini utk menggunakan produk resmi atau produk yg "gratisan" seperti 
Freeware, OpenSource Software, dll.

Dengan demikian otomatis, tindak pembajakan sendiri akan berkurang dg sendiri nya. 
Apalagi "hacking" software yg minta serial number :))
Dan satu lagi, ini cuman efek "kaget" aja ... nanti juga lama2 jg kebiasa ... seperti 
"bensin naik" :))

Mengapa Indonesia tidak pernah mengeluarkan Operating System atau sejenis Word 
Processor buatan dalam negri ? Krn masih bisa mbajak :))


---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke