On Thu, 11 Mar 2004, adi wrote:

> On Wed, Mar 10, 2004 at 05:50:17PM +0700, Frans Thamura wrote:
> > apa bedanya dengan Java Desktop System yang US$ 50.
> > terus SuSE yang commercial, etc.
> > wah linux vs Windows di Indonesia makin seru nih.

>
> dulu, seperti tuduhan Pak Made, memang sengaja dibolehkan
> dibajak. sekarang, memberi akses kepada banyak orang untuk
> membeli barang itu secara sah (dengan catatan, informasi
> dari Frans tidak ngaco). Tapi mestinya ke 'situ' juga
> lah arahnya, lepas dari benar tidaknya XP mau dijual
> seribu-tiga.

DI USA MS kena tegoran karena membagi MS Office gratis ke Pentagon 8-), di
Jerman memotong harga semena-mena bisa kena tuduhan mematikan pesaing.

BTW, soal Office XP bahasa Indonesia saya cuma bilang tebakan saya agak
benar, yaitu MS mau melakukan karena melihat pasa MS yg jelas (pasar dalam
arti pembeli, bukan pengguna), yaitu government

Lha jelas-jelas, koq pasaranya

- Komputer KPU
- Komputer beberapa lembaga tinggi negara

Jadi harga 100.000 itu bisa aja tercapai, melihat pasar yg besar

> dari pemerintah, satu hal yang saya ingin tahu: yang menterjemahkan XP
> dibayar berapa ya? dimintai tolong menterjemahkan distro berbasis linux
> mau tidak? he..he.. ada yang tahu siapa orangnya?

Satu lagi, dulu di awal WinBI saya pernah diskusi internal dg beberapa
orang (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya), salah satu alasan MS
tidak mau menerjemahkan katanya, karena sulit dan membutuhkan biaya
bermilyard-milyard.

Sehingga akhirnya pihak Pemerintah berpaling ke Linux based. Ketimbang
MS-based. Dan tetap membuat hasil terjemahan free (disubmit ke KDE, dan
frase terjemahan tersedia bebas)

Mudah-mudahan grup penerjemah Windows dan Office XP, juga diberikan
"pencerahan" agar bersedia menyediakan secara bebas frase terjemahannya.


IMW

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke