Lha kokjadfi sewot sama iklan di detik.com? mereka kan dapat makannya dari
iklan ya tentu uang lah yang mereka cari. kan sudah jelas kalau detik.com
itu bukan situs non profit, ya wajarlah kalau mereka cari uang lewat iklan
tersebut. dan sangat wajar iklan itu terlihat oleh mata kita. kalau kita
tak mau untuk melihat iklannya itukan tergantung kita saja, jangan bodoh
laah. malu ikita. saya kalau koneksi lagi lelet itu browsing pake "links"
atau "lynx" jadi nggak tahu saya ada gambar apa di deik.com, kan mudah.
masalah detik com yang seperti ini jangan diungkap lagi deh. kita harus
berfikir sendiri. coba pikirkan gimana kalau kita yang punya itu detik.com,
pasti kita pengen dapat pemasang iklan yang sebanyak, banyaknya.





On April 23, 5:36 pm Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On 23-Apr-2004, I Gede Wijaya S wrote:
> > >  linux.or.id juga udah ada kok RSS-nya (thanks to MovableType) kalo
> > >  mau disindikasi, ikutin link yg ada logo "XML"-nya.
> >  sepertinya di indo masih "uang" yang sagat dipikirkan, sehingga
> >  "iklan" menjadi kewajiban untuk disantap. Kalo ada RSS/RDF, mereka
> >  pikir, pengunjung bisa seenak udelnya baca beritanya tanpa melihat
> >  "santapan lezat iklan-2" yang memenuhi halamannya
>
> RSS feed bisa dibuat utk ngasih summary aja, dan isi berita
> selengkapnya harus ke sitenya langsung melalui link yg disediakan per
> item. Malah yg extreme kayak slashdot cuma judulnya doang. Lagipula
> saya pake Mozilla bisa block iklan2nya kok no problem, termasuk yg
> flash juga, pake proxy yg bisa filter juga bisa, jadi mereka udah rugi
> tuh ama saya. Saya belom bisa block google ads yg text only tuh.
>
> Saya kalo baca berita lebih suka baca judul dan summarynya dulu, kalo
> menarik baru baca artikel semuanya.
>
> Udah deh, ini udah off topic banget. :-)
>
> Ronny
>
> --
>
> Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
>
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php
>

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke