yah udah, ini kan pandangan gue

open source itu lagi populer, tetapi juga didalamnya ada unsur freedom dan kebebasan.

dimana dalam bisnis, semua itu sama, simple, jual beli barang, ada yang beli services ada yang jual services, standard kan.

nah gimana tuh open source bisa mendukung itu semua.

seperti kehidupa, kita makan, minum, :) untuk mendapatkannya dulu memang tinggal mancing, sekarnag ngga bisa kan.

listrik mati aja kita ngga bisa mandi, ngga nyambung kan, emang listrik sama air nyambung.



adi wrote:

On Sat, May 15, 2004 at 10:01:22AM +0700, Frans Thamura wrote:

orang yang merasa warga negara Indonesia.
biar industry TI Indonesia tidak makin terpuruk.


dua kalimat di atas bersifat kontradiktif dengan sendirinya.
apalagi kalau dihubungkan dengan siapa yang dimaksud dengan
'kita' :-)

anyway, standard bisa muncul kalau ada demand, bukan karena
disorong-sorongkan oleh, misalnya, KPLI.

kembali lagi pertanyaannya: siapa yang anda maksud dengan kita,
dan mengapa?

Salam,

P.Y. Adi Prasaja



-- Regards,

Frans Thamura
Chief Technology Officer
Intercitra Innovation Center, We help You Manage and Control

Are You ready to be Part of Emotional Revolution?

HP: +62 - 855 - 7888 - 699

Address:
Cempaka Putih Tengah II Blok C No. 21
Jakarta Utara - Indonesia
Telp: +62 21 4260933

Yahoo: fthamura
Jabber: [EMAIL PROTECTED]
MCP ID: 1285331 (Microsoft Certified Professional ID)



--

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke