On Thu, 29 Apr 2004, Dicky Wahyu Purnomo wrote: > Banyak orang di Indo yang menghasilkan software OpenSource dan dapet > duit krn software OpenSource ... dan mereka kebanyakan low-profile ... > > Bahkan banyak yang bikin/punya perusahaan dgn basis software > OpenSource ... dan gak banyak juga yang mulai dari sblm 2001.
Begitu ya. Bisa kasih contoh mengenai perusahaan tersebut? Karena sejauh ini perusahaan linux yang ada di indonesia ada 3 macam. Yang pertama jual consultancy dan SDM, yang kedua jual S/W (entah opensource atau tidak), dan yang ketiga adalah hybrid dari kedua bentuk diatas. Saya masih bingung untuk yang model kedua. Bukankah mereka biasanya membuat S/W dari barang opensource kemudian di-closed-kan? apakah ini benar? mohon petunjuk karena saya ga ngerti bisnis. Trus gimana nasib para persh. berbasis opensource yang bener2 liquid di Indo? singkat cerita saja mengenai T###as, saya yakin meskipun linux semakin banyak dipakai, T###as sempat mengalami ups/downs seperti yang lain. Bagi saya, T###as termasuk bentuk (1). Untuk yang nomor (2) bagaimana? apakah mudah menjual produk opensource yang benar2 open? gimana dengan pembajakan dan kompetisi bisnis? contoh saja persh. L######do, saya dengar perusahaan ini mbikin aplikasi based opensource, tetapi kemudian dijual closed source (Baca note * dibawah) Kalo mau mengandalkan training, consultancy, dan SDM rasanya kok masih kurang (baca masih bisa expand). Tapi kalo nambah bikin S/W gimana bisa jual opensource kalo harus buka 'rahasia' program sehingga memang harus dijual closed-source. Oya, saya juga ingat salah satu distro R###a Linux, tetapi AFAIK perusahaan ini kurang liquid, L######do juga mulai membaik gara2 bisa maen di level S/W (tapi closed), T###as sempet goyang katanya (meskipun menurut saya jenis yang ini cukup gampang diimplementasikan, hanya saja kalo memang 'musim kering' perushaan mana juga bisa goyang) Ada kabar mengenai persh. yang dulu pegang MIS di RS pertamina? Sekali lagi mohon dimengerti bahwa pendapat yang saya kemukakan diatas memang agak membahayakan bagi pemilik persh. tetapi ini hanya sebuah diskusi untuk melihat bagaimana sebuah bisnis opensource bisa menjadi liquid di indo. Bisnis tetap bisnis, entah itu menjual S/W atau menjual gadis :-) thx .dave note *: Maaf kalo agak menyudutkan, tetapi saya memang bener2 bingung untuk melihat bagaimana sebuah persh. indo bisa survive jualan barang opensource. Maksud saya bener2 jualan barang opensource tanpa harus pake iming2 training atau consultancy. Memang, idealnya (AFAIK, CMIIW) perusahaan ini membuat proyeak opensource (OS) dan kemudian menjual biaya instalasi dan SDM, tetapi apakah ada yang seperti ini di Indo? please advise. -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

