Pak Rus, Saat meeting IGOS ke-2 dibahas keberadaan eBDesk disana, :) malah dia mau jadi pembicara segala. :) Pak Rus ngga datang saat itu.
Saya diskusi dengan Pak Gunawan, dari Oracle, Oracle mendukung Open Source, tetapi tidak open source company, jadi endoresment saja. Saya rasa semua komunitas diatas Linux, atau FreeBSD yang commercial atau freeware juga bisa dimasukan jadi pendukung. Nah apakah dia bisa ikut dalam komunitas Open Source? Jadi kalau begitu ASLI bisa juga dong semua perusahaan. Sebab saya lihat semuanya akan jadi satu, dan suatu hari bisa terjadi sebuah solusi yang campur aduk didalamnya. Jadi IGOS harusnya adalah sebuah marketing untuk kata lain sebuah efisiensi. another way of efficiency gitu ganti. > Frans Thamura wrote: > >> web method, ini software EAI paling gress didunia, jalan di Jboss, yang >> = >> open source, dimana jalan diatas Java yang freeware bukan open source, = >> dan bisa jalan di linux yang open source. > > Solusi open source kan tidak harus 100 persen open source? > Contoh, di RS Pertamina Jaya (RSPJ) boleh disebut 100 persen. > Di Konimex yang skalanya beberapa kali RSPJ, saya kira > hanya 90 persen open source. > Soal penghematan, kemandirian, dan kebebasan, > itu sangat dirasakan teman-teman di RSPJ, Konimex, dll. > setelah memilih solusi open source. > > Rus > > > -- > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php > > -- Frans Thamura CTO - Intercitra Innovation Center Jakarta Indonesia -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

