> Frans Thamura wrote: > >> saya rasa saat ini Open Source dan commercial sudah menyatu. > > Saya ingin menyamakan pendapat dulu dg Frans :)
haha, tipikal frans :( > Bagaimana memisahkan open source dan commercial. > Apa artin open source di sini? > apa arti commercial di sini? ini ide gara2 IGOS, benderanya kan Indonesia goes to Open Source, tetapi saya lihat sepertinya result akhirnya, kalau kita ngomong linux saja, itu sudah jelas, :) tetapi kan setahu saya masalah utama adalah, kita tidak cukup dengan linux, masih perlu yang lainnya, makanya harus ada development on top of linux. bukan begitu inti IGOS, ada pengembangan juga diatasnya. yang buntutnya membuat devisa keluar semakin kecil. nah, kalau product yang dikembangakn seperti blueoxygen, clear itu open source, tetapi karena pakai Sun Java yang freeware (maklum saya malas pake yang blackdown yang open source), mungkin bisa ditolerir, karena US$ 0, tetapi bagaimana dengan barang commercial, bukan disana ada Oracle, Sun. yang terakhir si eBDesk yang agresif sepertinya :), karena dilist dia mau jadi pembicara. itu yang mau saya bahas sebenarnya. kalau gitu mah IGOS= gerakan non commercial OS dong. :) Padahal dari analisa saya, teknologi multiplatform sekarang sudah biasa, gaim aja udah jalan di windows sekarang, Clam juga jalan dimulti platform, progress juga. Kalau benar, ini sama aja, sebuah solusi gimana memakan market share Windows yang 97%. tetapi kalau bukan, lebih positif, IGOs lebih cocok ke open mechanism, sepertinya karena ngga ada vendor besar yang dukung, saya ngga yakin nih, tahu lah vendor software yang non open source = jualan product, sedangkan saya, dan pak rus misalnya (ngga tahu pak toosa di NCS --karena belom producte open source product--), jualan services. > > Seandainya sepakat kalau open source adalah model > pengembangan (software, dalam diskusi ini), > dan commercial adalah bisnisnya (software, dalam hal ini), > maka open source dan commercial dari dulu sudah menyatu. yah kalau ini sih clear, tetapi saya lihat ada bundling case disini yang perlu didiskusikan. juga saya rasa ini bagus juga untuk arah kemana kita mau lari? Saya jadi keingetan saat meeting kemarin, Purwadi dari BPPT, bilang RedHat is not an open source product, harusnya dikeluarkan, kalau ini dikeluarkan, berarti Java Desktop System, Oracle DB etc juga harus dikeluarkan. Dari sisi idealisme dikeluarkan bagus, tetapi dari sisi relationship dan continuitas saya rasa ngga gitu bagus yah. :) saya suka open market sebenarnya, tetapi how to prove our solution is better dengan nama kita yang sekarang masih kategori SME company. berat boss. > > Jadi, tidak ada yg perlu dipermasalahkan (?) > > Yang masalah (imho), jika software open source dg lisensi GPL > diubah secara diam-diam menjadi proprietary, > atau mengambil hasil kerja komunitas hanya utk > kepentingan sendiri, shg bisa menghambat open source movement. bukan yang ini pak. itu kasus diatas kalau dengan IGOS, tetapi yang saya mau bahas lebih global, IGOS adalah salah satu part kecil dari itu. saya melihat solusi Open source adalah solusi yang lebih efektif secara "apa", nah apanya itu yang lagi dicari. Presentasi Steve Balmer bilang Windows itu hanya US$ 12/tahun investment / PC, dan itu kecil sekali loh. Dan bisnis dinegara apapun itu masih terjangkau. Frans > > Rus > > > -- > Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php > > -- Frans Thamura CTO - Intercitra Innovation Center Jakarta Indonesia -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

