* skurniawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

> 
> Kepentingan apanya yg beda? Wong sama2 dipake untuk kerja.
> 
> Kalau saya ambil pandangannya begini, 'ini ada alat baru yang bisa
> dipakai untuk kerja, legal lagi, jadi kita harus belajar, sama
> seperti belajar menggunakan ws ke word, misalnya'. Jadi kalau niatan
> awalnya begini, kita tidak perlu lah, sampai bilang 'saya tidak ada
> background IT, jadi gak perlu belajar linux'.
> 
> Mau sampai kapan pikiran2 model gini terus dipelihara? Kapan majunya
> departemen IT, atau perusahaannya itu sendiri?
> 

saya dapat memahami semangat anda, tapi jika sudah dihadapkan pada
kenytaan dilapangan pendapat anda (mungkin) bisa lain. maintain jumlah
user yg besar itu*sangat* berbeda model pendekatanya dgn user
sedikit. 

contoh untuk menjalankan linux (dgn oo, tbird, kmail,balsa etc) butuh
sepsifikasi hw yg lumayan canggih (pengalaman saya min p400/128-256).
kalau misal punya 500pc P60-100 dgn ram 64 tentu saja ngos-ngosan,
mungkin jawabanya mudah, aahh pakai aja ltsp. tapi anda juga masih
harus menyediakan'server' yg memadai(taruhlah 7-10 user bisa dilayani
oleh satu server, jadi minimal 50 server yg 'meadai' harus disediakan)
terus disisi client harus upgrade vga card juga krn hampir impossible
running wm dgn resolusi [EMAIL PROTECTED] kan?
belum lagi sharing file/printer dan kebiasaan user sehari-2, pokoknya
banyaklah ;-)



--beast


-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke