waktu itu, Fri, Jun 25, 2004 at 04:18:48PM +0700, ERIK menulis: > > The Open Source Paradigm Shift > > "If open source pioneers are to benefit from the revolution we've > unleashed, we must look through the foreground elements of the free > and open source movements, and understand more deeply both the causes > and consequences of the revolution." > > http://www.oreillynet.com/pub/a/oreilly/tim/opensource/paradigmshift_050 > 4.html >
Menarik sekali. Dulu waktu PC menjadi komoditi, software menjadi mahal. GPL, atau open source secara umum saat ini membuat software menjadi komoditi. Apa yang akan menjadi mahal? Siapa mengambil manfaat apa? Contoh di artikel tersebut jelas sekali. DNS menjadi penyangga utama Internet saat ini. Tapi perawat DNS hidup dari donasi. Sedangkan Network Solution, pendaftar domain name menjadi kaya raya. Linux juga mungkin begitu. Perawat Linux hidup dari yayasan, sedangkan Google, Yahoo, dan Amazon yang disangga oleh ratusan mesin Linux, mengambil benefit terbesar. Dari asumsi diatas, maka perusahaan software Linux yang jualan software, adalah keliru. Dia mencoba mempraktekkan cara lama dengan arsitektur paradigma baru. Itu mungkin yang mendasari RedHat melepaskan 'produk'-nya ke Fedora. Atau Progeny membunuh distronya, dan mengeluarkan bentuk baru dari service-nya. wah perlu meditasi lagi nih :) "architecture is politics.." - mitch kapoor -sori, crossposting. -- fade2bl.ac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

