Sepertinya, bukan hanya di Indonesia saja
http://www.linuxjournal.com/article.php?sid=7654&mode=thread&order=0

nah, selama ini, saya juga "pernah" mendengar. Tetapi, apakah memang
nyata terjadi di Indonesia (misal dijual seharga 10000 untuk
pemerintah). Kalau memang benar, apakah tidak sebaiknya kita tulis di
media luar negeri juga? Atau di media dalam negeri mengenai bahaya "drug
dealing" ini. Selama ini, saya hanya mendengar di seminar-2 yang anggotanya "sadar" 
mengenai OpenSource. Well itu pengalaman saya. Mungkin pengalaman rekan lain, berbeda. 

Bahkan, kalau tidak salah, Sultan Mamengku Buwono X di
jogja sini pun menandatangani lisensi murah bagi pemerintah. CMIIW

-- 
Program Diploma Teknik Elektro
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta

http://te.pdft.ugm.ac.id/~jaya

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke