Hi All,

Saya baru ngobrol sama Pak Rus, :) mengenai IGOS,

mungkin rekan ada yang mau kasih masukan.

IGOS lebih condong ke guideline, sedangkan implementasinya pasti berbeda2.

dan kita lihat kalau ini berjalan, artinya semua sistem indonesia condong
ke open source.

ini artinya drive everyone untuk menjadi services oriented bukan product
oriented, wong productnya open source.

salah satu meeting terakhir IGOs, tanggal 25 lalu dibahas compiere, :) ada
2 bule yang sepertinya mengajukan agar kita lihat compiere.

dan kebetulan milisnya [EMAIL PROTECTED] sudah berjalan
beberapa bula, dan udah ada perusahaan yang life di indonesia dengan
compiere.

saya melihat compiere itu bagus, dan databasenya sayangnya bukan open
source, walaupun versi 3.0 gosipnya akan database independent, karena ada
pl/sql yang sangat complex yang tidak bisa diserahkan ke database. Maklum
pl/sql itu bener2 ciamik.

dari masukan yang saya dapat dan juga dari diskusi

didapat bahwa mengacu pada igos, kita
"berusaha" agar di indonesia, terutama pemerintah memilih aplikasi yang
sesuai dengan struktur dibawah ini.

1 open source
2. freeware
3. comemrcial

jadi kalau yang no. 1 ngga ada, dipilih no. 2.

tetapi kalau dilihat dari atas, bahwa kalau kita ke open mechanism ideal.

tetapi saya rasa open mechanism sepertinya susah banget. :) maklum tidak
sedikit perusahaan lokal yang menclosekan sistemnya walaupun jalan diatas
linux.

ada masukan?



-- 
Frans Thamura
CTO - Intercitra Innovation Center
Jakarta Indonesia

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke