fade2blac wrote:
Dalam komunitas ini ternyata membawa nilai-nilai sosial sendiri. ESR
dalam bukunya cathedraal and bazaar pernah membahas secara serius. Ada
di bab homesteading the noosphere. Yang paling ditekankan adalah 'gifted
community' dimana penghargaan anggota komunitas adalah berdasarkan
seberapa besar mereka 'memberikan' terhadap komunitas.
Saya tambahkan cerita ini sebagai salah satu penerapan lain dari (hebatnya) model bazaar: Masing-masing anggota komunitas mengoptimalkan kompetensinya untuk membangun bersama. Kalau salah satu sudah melakukan A, yang lain bisa melengkapi menjadi AB, atau melakukan C, dsb.
Sedangkan model cathedral: Meskipun seseorang sudah buat A, yang lain juga buat A lagi, karena tidak tahu source A pertama. Jadi, secara universal atau utk kepentingan masyarakat global, ini pemborosan (imho).
Dalam skala kecil, semua anggota milis ini, saya yakin punya kontribusi sesuai kemampuan masing-masing di dunia Linux dan open source. Ada yg besar, ada yg kecil, dan ada yg tidak kelihatan.
Paling tidak, memberi kontribusi itu bisa mulai dari diri sendiri dg hal sederhana, pakai Linux, sekarang juga,... lalu bisa jadi pengompor atau menjelaskan ke orang di sekitarnya apa itu Linux dan open source,... lalu bisa menghasilkan suatu karya utk komunitas. Akhirnya, kita semua yg akan menikmatinya.
Eh, kok jadi seperti Aa' Gym dg Gema Nusa-nya :-) Rus
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

