Frans Thamura wrote:


kalau anda anggap dan perlakukan sbg MTA saja, pilihan pakai exch jelas tdk tepat dan nggak cost effective. banyak pilihan lain yg lebih masuk akal, mis mdaemon, ntmail etc.



yah, tetapi ada salah satu saudara (sister company) salah satu bekas perusahaan saya kerja dulu, udah direkomen Qmail + LDAP sehingga bisa integration, daripada LDAP Exchange yang sudah buildin, tetapi aja pasang Exchange, alasannya yang kadang ngga masuk akal, buat comparison katanya :) .


malah ada satu perusahaan yang sepertinya sudah tersihir microsoft, semua cabangnya yang sekitar 10 cabang, dan satu kantornya gedenya ngga ampun2, implementasi total Microsoft, saya udah rekomen, bahwa ada solusi yang lebih ok.

susah juga yah promosi linux kemana2:)

saya melihat ada level kepercayaan yang belum sampai kelevel end user.

apa ini karena kurang promosi?

apalagi Statement Milky yang bagus juga, konfigurasinya bisa sampai 1300 user, ini sebuah nilai yang patut diacungkan, terutama untuk credential Microsoft yang konon tidak tahan load tinggi. saya sendiri belum tahu nih qmail loadnya sampai berapa, di server saya, sudah lumayan banyak :) dan servernya ngga pernah mati dengan configurasi sekarang :) efisien banget.

pak frans,

dgn 'qmail' anda, gimana cara implement :
- shared contact, calendar, todo list
- free/bussy
- shared mailbox
- public folder
- GAL
- distribution list (cascade)
- access restriction on object.
- support untuk offline user
- message recall
- mapi access

jika yg anda tahu cuma pokoknya buat kirim/terima email doang maka benar, exch adalah pilihan konyol. tapi kalo memang exch-nya spanyol atau nyolong semuanya, nggak usah diskusi.

contoh kecil, untuk kirim email 500KB ke all users (5000 users), exch hanya butuh beberapa detik dan storage cuma 500KB, coba implementasikan dgn qmail*

--

--beast


* + mailman, ezmlm, listar etc.

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke