On Sat, Oct 02, 2004 at 07:12:10PM +0700, Frans Thamura wrote: > betul sekali, tetapi tahu kan cost investasi kalau terlalu banyak > bahasa? > > coba kalau sebuah perusahaan ada tem Delphi, VB, Java, C, PHP, terus > karena lagi buat knowledge management tambah prolog. > > ini membuat perusahaan jadi kurang kompetitif.
Tentu saja kalo memandangnya cuma dari satu perspektif ya tidak bisa keliatan. Salah satu ide di belakang "Thinking Outside of the Box" itu adalah melihat (dan ikut merasakan juga) dari perspektif lain. Justru perusahaan (assuming anda ngomongin consulting) akan lebih kompetitif kalo wawasannya lebih luas. Saya kalo sebagai customer akan lebih milih consultant yg tidak biased, bisa objective, dan yg lebih penting bisa mengerti masalah saya (wong saya yg bayar kok), bukan memaksakan apa yg dia bisa untuk memecahkan masalah saya. Inilah yg saya sering bilang "when you have a hammer everything looks like a nail" (source unknown). Been there, done that. Dulu saya termasuk Linux zealot banget sampe skrg kalo saya look back jadi ketawa sendiri. Setelah terjun di lapangan dan merasakan kesulitannya customer barulah saya bisa appreciate diversity. At the end of the day, semuanya cuma tools, keahlian seorang tukang terletak di ketrampilannya menggunakan kombinasi tools yg tersedia dan memilih kapan perlu pake yg mana. Tentu saja saya tidak percaya tukang yg taunya cuma ketok palu doang. Sekedar memberi pandangan dari perspektif lain aja, supaya imbang. Saya juga bisa mengerti posisi anda sebagai consultant, saya juga dulu di posisi tersebut. Memang investasinya bisa jadi terlalu mahal kalo tidak pinter2. Tapi itu masalah kita sebagai consultant, customer mana mau tau. Ronny
pgpy7NGKgV9Pz.pgp
Description: PGP signature

