On Friday 03 December 2004 16:01, Firdaus Tjahyadi wrote:
> install aja ?
> apakah semudah itu?
> apakah anda pernah punya pengalaman instalasi linux di ribuan kompi di
> suatu perusahaan ?
> nggak semudah itu ? perlu ada step2 yg sesuai standar krn pasti ada
> perlawanan dari end user apalagi user yg sudah terbuai oleh microsoft
> yg bakal membandingkan kemudahan win dng linux
>
> saya pernah dengar cerita ada vendor yg dituntut ke meja hijau krn
> nggak punya standar migrasi yg jelas sehingga setelah install ribuan
> kompi ternyata linuxnya nggak dipake.
>
> terus KPLI mana yg mempunyai sdm linux yg capable menghandle migrasi
> ribuan kompi dengan baik.
> kita nggak punya data yg jelas berapa banyak sdm linux yg benar2
> capable di indonesia
>
> benar nggak pak made?
>
> salam
>
>
> daus

Bang Firdaus, karena pertanyaannya sudah mengarah ke teknis pelaksanaan, saya 
akan coba jawab dengan teknis pelaksanaan juga. Buat yang tidak berkenan, 
silakan 'move to trash' email ini sekarang juga.... :-)

Pertama yang perlu kita sepakati dahulu bahwa juga tidak pernah ada bukti 
berhasilnya migrasi sekian ribu komputer dari Linux ke Windows yang sudah 
berhasil. Apalagi dengan end-user yang sudah terbuai dengan kehandalan dan 
kemudahan Linux (paling nggak kalau udah lama dan biasa pake kan jadi mudah). 
Arti sebenarnya, saya ingin bersepakat dengan anda bahwa yang menjadi masalah 
di sini BUKAN Linux atau Windows-nya.

Kedua, ini adalah keadaan ideal. Artinya memang tidak pernah terjadi di dunia 
yang tidak ideal ini. Tapi menghayal kan juga bukan hal yang dilarang kan???

Coba kita hitung berapa sebenarnya lisensi yang dibutuhkan 200 rebu komputer 
dengan Windows dan Office? Untuk Windows OEM lisensi dibutuhkan : 200.000 x 
60 USD (pricelist XP Home 79 USD) = 12.000.000 USD. Untuk Office dibutuhkan 
200.000 x 250 USD (pricelist Office XP Pro 575 USD) = 50.000.000 USD. Kalau 
di total menjadi 62.000.000 USD.

Dengan uang lebih dari Rp. 500.000.000.000,- apa yang bisa kita dapatkan? dan 
kalau memang kang Onno dan Bli Made nggak capable untuk bikin SOP migrasiin 
200rebu komputer berarti nggak ada KPLI atau orang Indonesia yang mampu 
(*hicks*.... :-( ), ada nggak konsultan asing yang mau dibayar 10%-nya untuk 
alih keahlian??? Saya yakin, di kolong langit ini ada yang mampu melakukannya 
dan uang gede itu bisa dimanfaatkan.

Kesimpulan saya, kalau bukan perkara produk berarti perkara orangnya dan 
perkara orang, memang bukan hal yang gampang. Tapi kalau orang lain bisa, 
kenapa kita enggak? lha wong kita juga sama-sama orang.... *hehehe*.... :-D

-mna-
Gunakan GPL: Legal dan Menghemat Devisa Kita

ps. 500 milyar itu mah.... uang receh, kecil..... bandingkan dengan BLBI yang 
mencapai Trilyunan yang hilang begitu saja di depan mata kita..... :-((



-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke