On Wed, 15 Dec 2004, Basuki Winoto wrote: > > Bagimana dg ini ? Masih bajak juga. Tidak salah kalo lembaga pendidikan > > adalah raport terburuk dalam pembajakan > (sekali lagi) meskipun saya ga punya data yang valid, rasanya masih > bajak juga. umumnya, punya satu full package product, trus dipake > buat seisi kampus. yang parah ya murni bajak, trus dikopiin buat > mahasiswanya... wah-wah :)
He he he justru itu kalo ada yg bilang beli lisensi murah adalah "smart move" saya jadi bertanya. Mungkin smart kalau hanya sebagai langkah menghindari "cap pembajak" (menghindari cap bukan berarti langsung tidak melakukan, melakukan secara sembunyi-sembunyi juga usaha menghindari cap) Tapi kalau kita kembali ke pertanyaan "apa nilai pendidikan" tentu jadi bertanya-tanya tentang langkah itu. > yang seru lagi, dosen/pimpinan PT kalo disuruh milih ganti linux > (harus ngubah materi kuliah karena ganti software) atau bajak > (karena tidak mampu beli lisensi), maka pilihannya jatuh kepada Di kampus sini banyak yg mulai menerapkan tidak ada pembelian lisensi baru yg dibiayain kampus (kecuali software buat riset, bukan software operasional). Hal ini dikenakan pada sofware seperti Office Application, statistik, matlab (karena terlanjur beli lisensi versi lama, ya pakai versi itu saja) Padahal riset juga sering dapat software gratisan dari vendor he he he IMW -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

