Made Wiryana for Mailing List wrote:
On Thu, 24 Feb 2005, muhammad panji wrote:


Nggak ngerti kenapa, tapi saya kok kurang sreg sama istilah me-linux-kan sekolah-sekolah, kalau arti kalimat itu adalah mengajak migrasi total ke Linux. Bukan berarti migrasi total nggak baik, tapi kalau menurut saya dibangku sekolah siswa siswi itu justru harus dikenalkan dengan berbagai macam OS(tentu nggak semua OS) ya paling nggak mereka kenal W$ ma Linux, tujuannya supaya kalau2 dikerjaan nanti terpaksa pake linux udah terbiasa. mungkin kalau sekolah2 yang terkait sama komputer (sorry ini bukan sekolah ya tapi semacam univ or akademi gitu) dkenalkan sama OS yang lebih buanyak lagi karena komputer memang yang mereka pelajari.CMIIW rgds,


Sebetulnya ini kembali lagi kepada apa yg diajarkan. Membuat siswa hanya bisa OpenOffice tidak menajdikan kendala ketika merkea harus menggunakan MS Office

Ya, kurikulum sekolah sekarang bukan lagi mengajarkan produk. Jadi, sebenarnya tidak masalah mau pakai Linux atau Windows. Tapi menurut pengalaman saya dan teman-teman di sebuah lembaga pendidikan, kalau sudah biasa pakai Linux, tidak akan kesulitan pakai Windows....percayalah :-)

Ini garis besar kurikulum yg saya ingat:
- memahami HaKI
- mengetahui jenis sistem operasi
- mampu menyalakan dan mematikan komputer.
- mampu membuat tulisan dg pengolah kata.
- mampu membuat lembar kerja.
- mampu menggunakan email dan mengakses web.
- mampu membuat homepage, dll.
Jadi, mau pakai MS Windows/Office/Outlook/IE/FrontPage
atau Linux/KDE/OpenOffice/Kmail/Konqueror/Quanta silakan,
yang penting tujuan tercapai, dan tidak membajak.

Rus

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis



Kirim email ke