Made Wiryana for Mailing List wrote:

Sayangnya sekarang banyak persh yg memanfaatkan Open Source di Indonesia, tapi masih sedikit yg memberikan support baik kepada komunitas, ataupun kepada developer yg membuat kerjaannya dilisensikan Open Source

Ini opini pribadi saya.

1. Kontribusi linuxer indonesia masih sangat kecil untuk proyek opensource yg serius, jadi kalaupun perusahaan 'disuruh' untuk memberikan imbal balik, maka imbal balik akan diberikan ke developer yg mengembangkan sotfwrae tsb (yg kebanyakan bukan disini).

2. Memakai software opensource bukan berarti 100% gratis, masih banyak komponen lain yg harus dibayar (yearly subscription ke vendor distro, antivirus etc). Bagi pihak management, mrk merasa sudah membayar produk yg dipakainya, bedanya hanya 'sedikit' lebih murah**. Mungkin mrk tdk tahu bahwa yg dipakainya itu sebenarnya 'gratis'.

3. Sama spt no. 2, jika pakai distro dan software pengganti yg edisi 'gratis', biaya migrasi dan support yg dibayarkan ke konsultannya juga lebih mahal dibanding dgn jika memakai windows, yg notabene lebih banyak dan lebih murah supportnya.
Intinya mrk juga harus keluar uang juga, kalau keluar uang berarti mrk merasa 'berhak' untuk menggunakannya.



** Lebih murah dibandingkan versi bajakan.

--

--beast


-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis



Kirim email ke