waktu itu, Tue, Mar 08, 2005 at 11:41:13AM -0800, -m0by- menulis:
> 
> Menurut pandangan saya, kelemahan utama sulitnya sosialisasi linux
> adalah "para praktisi menawarkan linux sebagai 'pengganti' sistem
> operasi Microsoft Windows". Saya pesimis linux dapat bertahan jika
> 'hanya' digunakan sebagai sistem pengganti. Linux adalah suatu sistem
> sendiri, yang kaya dan memiliki blok pengguna (user) sendiri.
> 

Kalau sasaran Anda adalah pengguna komputer yang sudah ada, maka
tujuannya pasti mengganti dari yang dia pake sekarang. Kecuali kalo
sasaran Anda orang yang belum pernah pake komputer.

> 
> METODA SOSIALISASI
> 
> Dapat dilakukan dalam 2 tahap.
> 1. Sosialisasi linux, "Linux sebagai sistem mandiri". Memberikan
>    kelebihan linux serta aplikasi pendukung yang tidak ditemukan pada
>    sistem windows. Seperti panduan menggunakan pyro untuk simulasi
>    robot.
> 2. Sosialisasi linux. "Linux sebagai sistem pengganti". Memberikan
>    panduan migrasi sistem dari windows ke linux. Seperti panduan
>    migrasi 'Ms. Office' ke 'OpenOffice.org'.
> 

Cara sosialisasi paling manjur adalah menggunakan Linux untuk segala
hal. Misalnya untuk menulis imel dalam rangka sosialisasi, gunakan kmail
atau evolution, jangan si kelelawar dipake hehehe..

*twing* X-Mailer: The Bat! (v1.53d) Personal

Pendekatan Anda bagus meskipun masih sebatas teori. Kalau di kampus,
menurut saya, lebih baik mematangkan proses kaderisasi daripada
mengeluarkan energi banyak untuk mikirin pendekatan-pendekatan. Dalam
arti mikirin 'gimana caranya supaya yang ngomporin linux di kampus ini
nggak akan abis dalam 10 tahun' :). Buat jaga-jaga jika suatu saat Anda
kerja di Jakarta, Lug Anda nggak mati. Hehe, sarannya basi nggak yah :)

-- 
fade2bl.ac 

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke