On Tuesday 31 May 2005 14:34, Jam 'Iyatul Khoir wrote: > Kedua, jika kita membeli software legal misalnya lewat > school agreement yang "katanya" hanya $125 per tahun > ditambah dengan oracle $500 pertahun dan $53 per > siswa. Kalau siswa saya 100 saja sudah $5300. Belum > biaya ujian dan lain-lain. Ini pun baru dua jenis > belum ditambah aplikasi yang lain. > Wah-wah, berapa dolar yang harus dianggarkan jika > harus beli software legal semua. > OK, sekolah bisa anggarkan semua itu. Masalahnya siapa > dan apa yang akan menanggung anggaran tersebut??? > Ujung-ujungnya naikkan SPP kan??? Jika SPP naik terus, > beban masyarakat kita yang sudah jelata ini akan > semakin berat. Tidak dinaikkan saja sudah nunggak > terus apalagi dinaikkan. Berat-berat..... > Mungkin bagi sekolah-sekolah negeri tidak terlalu > berat karena sedikit banyak dapat subsidi dari > pemerintah tapi bagi sekolah swasta apalagi sekolah > swasta miskin rasanya akan jadi beban berat yang gak > mungkin dipikul � . Jangankan beli software, beli > komputer aja bijian itupun ngutang. Makanya, > sekali-kali pemerintah nengok sekolah2 didaerah biar > tahu kondisi nyatanya jangan sekolah yang gede aja > dikunjungi. > Jadi... > menurut saya tata dulu perekonomian kita, jika ekonomi > kita sudah mapan jangankan beli software, beli > perusahaan softwarenya pun pasti bisa kita lakukan.
Ketika saya ikut workshop open source di India Februari lalu, ada salah satu LSM India yang mati2an memperjuangkan opensource, karena dari hasil riset mereka terhadap puluhan negara berkembang, biaya untuk membeli lisensi MS dan teman2nya aja lebih besar dari penghasilan per kapita negara yg bersangkutan. Menurut saya solusinya ada 2 tahap: 1. Tahap pertama adalah selective replacement. Mengapa membuat ratusan atau bahkan ribuan dolar devisa untuk software yang mahal banget padahal dipakai untuk ngetik2 (word processor) dan sedikit spreadsheet? Kalau cuma untuk office productivity sih OpenOffice sudah bisa mereplace MS Office. Bahkan ada sisi unggulnya yaitu tidak kena virus, bisa membaca pula dokumen doc, xls, dll, menu2nya pun mirip. Takut siswa kita tidak bisa memakai produk MS Office di lingkungan kerja? Tidak usah khawatir, wong, pada dasarnya fungsinya sama dan menunya pun mirip, mengapa takut tidak bisa? Yang sering ditanyakan adalah, bagaimana dengan MS Access? Well, pernah mencoba mengkonekkan OpenOffice ke MySQL? Wah, luar biasa performancenya. Interfacenya pun mirip banget. Tinggal klik2 bikin table, relationnya, dll. Apalagi ketika OpenOffice v2 yang akan segera dirilis ini, makin luar biasa. Pasti pernah ngalamin kena masalah spyware dan virus lewat web kan? So, mengapa menggunakan Internet Explorer? Gunakanlah Netscape ataupun Firefox. Selalu kena virus lewat Outlook /Outlook Express? Gunakanlah Thunderbird, dll. 2. Lakukan pelan2 tapi pasti. Pernah dengar kan CEOnya MS ngomong bahwa Linux dan Open Source ini seperti kanker yang harus dibasmi? Mereka berkata demikian karena mereka tahu lambat tapi pasti mereka akan kehilangan dominasinya di dunia. Ibarat 'kanker' yang belum ada obatnya, Linux selama beberapa tahun terakhir ini merupakan Operating System yang paling tinggi pertumbuhannya di dunia. Bila di kantor Bapak Ibu misalkan ada 10 PC, semuanya masih menggunakan MS Windows dan rekan2nya. Lakukanlah replacement sedikit dan bertahap, mulailah dari yang ringan2, misalkan menggantikan IE dengan Netscape/Firefox, Outlook dengan Thunderbird, MS Word dgn OpenOffice Writer, dll. Percaya dan yakinlah bahwa para user pasti akan merasakan keunggulan produk2 Open Source. Dan dari sisi biaya, kita bisa menghemat jutaan/bahkan ratusan juta dari biaya yang tidak perlu. Siapkanlah 1 PC untuk dicoba memakai Linux 100%, dan lihat selama beberapa minggu. PC mana yang lebih gampang dipelihara, PC pakai Linux atau MS Windows. MS Windows 2000 ataupun XP, walaupun mengklaim sudah secure dan user yg login terbatas haknya, tetap saja kena spyware, virus, dll. Terapkan Service Pack 2? User kita akan complain karena setiap saat muncul windows popup yg bilang bahwa Program X mau akses YYY, beri hak? Nanti kalau salah jawab, lebih repot lagi. User complain bahwa dia ngga bisa akses network? Kita coba ping dia timed out, tapi sebenernya masalahnya bukan di network. Nah bingung deh adminnya, belakangan baru tahu bahwa Service Pack 2 ini secara default akan memblok ping saking paranoidnya (yang sayangnya, kena virus/spyware, tetep ajaaaa). -- Fajar Priyanto | Reg'd Linux User #327841 | http://linux2.arinet.org 10:55:01 up 2:59, Mandrakelinux release 10.1 (Official) for i586 public key: https://www.arinet.org/fajar-pub.key -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

