> bukan perusahaan  tetapi negara
> ada namanya negara antah berantah yang sedang melakukan lobi agar
> dapat lisensi $1 untuk 1 PC
> negara tsb punya 3,5 juta pegawai negeri diasumsikan negara tsb punya
> 1,5 juta PC maka sudah 1,5 juta dollar = Rp 15 M hanya untuk lisensi
> OS CMIIW
>
> mungkin pemimpin negaranya yg nggak cerdas atau rakyatnya dianggap
> bodoh oleh pemimpinnya
>
> saya hidup di negara tsb

Negara mana itu ? ada link ke detik.com tentang itu ? atau saya
ketinggalan berita ?

1. OS dari M$ memang "ribet" kalo harus instal ulang. Mulai os trus
aplikasinya satu persatu harus diinstall, kemudian anti virus, firewall,
trus service pack, patch yang ampun buanyaknya. Bila harus install ulang
tiap 6 bulan sekali berapa banyak waktu terbuang dalam hidup ini  ? (meski
patch dan service pack sudah dari CD, gak dari internet). Waktu khan gak
bisa dikembalikan berapapun uang yang ada.

2. Yang saya takutkan adalah petugas yang cari "uang rokok" dalam
melakukan razia. Katakan semua warnet dan rental komputer untuk mengetik, 
pakai linux semua. Tapi karena ada yang 'membajak" distro komersial dan
keanekaragaman lisensi open source, petugas bisa saja "hantam kromo"
me-razia warnet ber os linux karena "ketidak tahuan" warnet, rental
komputer dan petugas itu sendiri. Padahal mungkin warnet itu menggunakan
debian.

3. Kalo game center pakai linux, trus gamenya bajakan semua ya tetap bisa
kena razia toh ? mungkin kalo mainnya nexia, ragnarok dan game online
lainnya yang lisensinya udah dibeli pengusaha Indonesia plus game seperti
pingus, tuxracer dll, game center tersebut tidak melanggar hak cipta,
CMIIW.


--------
Denny Kristiantoro
serayu.com


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke