Noor Azam wrote:
pak, solusi braille display-nya gimana??
apakah ada yang murah??

Saya tanya ke beberapa teman, katanya belum ada,
karena harus import, dan tidak diproduksi masal.
Yayasan tuna netra atau SLB biasanya dapat bantuan
dari pemerintah/asing, tapi jumlahnya paling hanya satu
dan sering tidak terpakai.

Kalau masih bisa mendengar, braille display tidak perlu.

Dengan komputer dan screen reader seperti emacspeak,
GNOME-gnopernicus dan KDE (saya belum coba),
di setiap sekolah umum yg menerima tuna netra bisa
menyediakan PC termasuk software seharga Rp 500.000.
Juga di warnet-warnet, kantor-kantor, dll.
Tidak perlu monitor jika komputer sudah bersuara :-)

Rus

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke