adi wrote:
On Sat, May 06, 2006 at 01:17:23PM +0700, Yanmarshus wrote:

dalam kasus komputer mati (power mati mendadak),
dan dari kejadian di atas matinya berulang kali,
apakah kegagalan pada ext3 bisa dianggap bug ?


filesystem yang baik harus bisa menjamin integritas data secara logical.
Setidaknya itu target dari semua filesystem yang ada.  penyimpangan dari target
tsb. bisa disebut sebagai bug.  justru hal ini yang sering diangkat oleh sepupu
linux, yaitu soal integritas data yang bisa dijamin oleh linux :-)

dalam kasus ini, filesystem harus menjamin data dan metadata get flushed to
disk, apalagi data di partisi /home, kok kayaknya walaupun ada disk write
cache, kecil sekali kemungkinannya untuk hilang, apalagi kalau hilangnya
setelah (menunggu) mati lampu berkali-kali. kalau, misalnya, table mysql
corrupt, itu bisa dimaklumi, karena memang mysql banyak melakukan proses
in-memory, sehingga kalau listrik mati bisa bablas angine.  tapi kalau data di
satu partisi hilang, ini soal serius, mengindikasikan bug. intinya gini: kalau
pada proses penulisan filesystem mengembalikan ok, artinya filesystem
bertanggung jawab bahwa data tsb. sudah berhasil di tulis ke disk (kira-kira
gitu), kalau toh mati lampu, karena sudah berhasil ditulis ke storage yang
permanen, maka otomatis harus bisa diretreive ulang.

bisa saja karena mati lampu ini (tidak harus berkali-kali), terjadi kerusakan
fisik, kalau itu sudah di luar kewenangan filesystem. misal, table partisi
jadi berantakan, sehingga super block tidak bisa terdeteksi. dll.. kalau
yang ini kerusakan fisik. biasanya ciri-cirinya, dimount akan gagal, filesystem
tidak dikenali, mestinya di-fsck pun tidak bisa ...

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


Setuju sekali dengan penjelasan pak Adi.
Saya masih tertarik dengan diskusi ini, dan maaf sebelumnya
kalau ada yang kurang tepat pernyataan/pertanyaan saya.

Untuk penulisan ke media penyimpan data,
jika memang proses telah selesai tanpa ada kesalahan,
ya memang harus bisa dibaca kembali.
Kalau tidak bisa dibaca kembali tentu bisa disebut sebagai bug.

Misalnya ada sebuah kejadian seperti ini :
Ketika proses penulisan sedang terjadi, dan belum selesai,
"diinterupsi" oleh power failure, tentu saja data yang
ditulis tak sempurna. Dan tidak ada keharusan untuk bisa
dibaca kembali. Menurut saya ini bukanlah bug.

Sedangkan kembali ke masalah dir /home yang hilang
saya juga merasa ada yang aneh di sana.
Jika tidak di fsck, dir /home bisa dibaca,
namun kalau di fsck malah hilang.
Ada satu yang masih agak samar bagi saya,
sebelumnya apakah kedua tindakan di atas dilakukan
oleh pak Harry. Maksudnya melakukan dan tidak melakukan fsck ?

Salam,
yan

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke