Sumitro wrote:

Selain itu saya juga sudah sarankan ke DeTIKNas, kalau kita masih punya hak untuk konversi ke Operating System LINUX dan software2 Open Source, jadi tidak harus 100% PC Pemerintah harus bayar lisensi ke MS. Sebagian besar sudah ada XP Home Edition-nya, sebagian besar lainnya mau pindah ke LINUX/OSS.

Agar teman-teman di milis ini bisa membaca langsung
pendapat Pak KK menristek, Pak SD menkominfo, dan lain-lain,
ini saya copy paste email Pak Djarot (Aspiluki) menanggapi
email Pak KK yang menanggapi email Pak SD dan Pak Sumitro, dst.
tentang MOU Pemerintah dengan MS.

Rus

-------- Original Message --------
Subject: [Telematika] Fwd: Re: Masukan buat Dewan TIK Nasional
Date: Tue, 21 Nov 2006 18:42:20 -0800 (PST)
From: Djarot Subiantoro <[EMAIL PROTECTED]>
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
To: milis telematika <[EMAIL PROTECTED]>

Note: forwarded message attached.
1. Dari aspek lain saya melihat sebenarnya MOU atau
'transaksi' antara MS & Depkominfo + Depag ini adalah
transaksi bisnis biasa dimana pengguna bersedia
membayar lisensi produk yang digunakan (seperti
laiknya departemen lain mengadakan transaksi di IBM,
Oracle dsb. yang kadang2 bernilai jutaan dollar juga)
2. Secara 'kebenaran' juga tidak ada yang salah, namun
karena transaksi biasa ini diangkat ke platform yang
lebih tinggi (pemerintah RI & MS, Penasehat DTIKN dsb)
sehingga menjadi komoditas politik & mengusik serta
melukai rasa'keadilan' bagi yang masih lemah dan
terpinggirkan.
3. Momentum rasa seperti ini seringkali menjadi pemicu
dan symbol dari suatu perjuangan. Ingat kemerdekaan
Indonesia dimulai juga dari rasa terusik keadilan oleh
pihak yang lebih kuat.
4. Kali ini yang terusik adalah kalangan terdidik &
cendekia yang kalau disalurkan energi positifnya akan
menjadi gerakan perjuangan yang hebat.
5. Mungkin kelak kita akan berterima kasih kepada MS &
penggagas MOU karena telah menjadi symbol pergerakan &
perjuangan baru yang mungkin merubah wajah Indonesia
(paling tidak TIK nya).
Siapa yang akan memanfaatkan momentum ini secara
positif? peluang tidak terjadi setiap saat yang kita
inginkan. Tks

---------
Pak Sofian dan Pak Sumitro,

Saya menjunjung tinggi prinsip Mikul Dhuwur Mendem Jero...
IGOS dideklarasikan oleh Meteri sebelum saya dan saya teruskan perjuangan
tersebut walaupun tidak mudah karena banyak rintangan serta godaan
kemudahan jalan pintas, iming-iming kapitalis, kurang SDM yang qualified &
dedicated dan segudang alasan lain yang mudah dicari.

Saya sangat menghormati dan akan terus memperjuangkan apa-apa yang telah
digagas para deklarator IGOS, yaitu:
a. Menkominfo
b. Meneg Ristek
c. Meneg PAN
d. Mendiknas
e. MenHukum&HAM

Saya yakin para deklarator tersebut punya mimpi besar menjadikan Indonesia
sebagai bangsa dan masyarakat yang madani. Ini yang terus memberi saya
semangat untuk terus memperjuangkan IGOS dan secara simultan menjunjung Be
Legal.

Sekedar mengingatkan bahwa MOU Depkominfo dan Depdag dengan Microsoft
tidak bisa dikatakan mewakili Pemerintah RI kecuali sudah mendapat Full
Power !

Jabat erat,
KK



>> Kesimpulan Pak Mitro ttg MOU tidak keliru.
>>     Open source jalan terus bahkan Menristek dan PTN ditantang untuk
>> mengembangkan Open source sehingga masyarakat dapat menggunakan
>> sebagai software yg reliable dan mudah dipakai.
>> Legalisasi adalah upaya kita menegakkan hukum HAKI nasional, krn copy
>> rights adalah landasan dari lahirnya masyarakat industri, apalagi
>> masyarakat ilmu pengetahuan. Dg perlindungan HAKI ilmuwan, novelis,
>> peneliti, artist, penyanyi, pencipta lagu, dan penulis program dan
>> content. dll. bisa hidup yang layak dan bahkan kaya atas hasil karya
>> intelektual atau seni mereka. Copy rights bukan "right to copy" yg
>> membuat sebuah bangsa maju.
>>       Tks SD
>>
>>
>> -----Original Message-----
>> From: "Sumitro" <[EMAIL PROTECTED]>
>>
>> Date: Mon, 20 Nov 2006 15:45:52
>> To:[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>>      [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>> [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>> Cc:[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Masukan buat Dewan TIK Nasional
>>
>>
>> Bapak2 Menteri dan Bapak2 yang kami hormati,
>>
>> Kami teruskan masukan2 untuk Dewan TIK Nasional.
>> Semoga dapat membawa kemajuan bangsa dan negara melalui pemanfaatan TIK
>> yang
>> tepat guna dan strategis.
>>
>> Terimakasih atas perhatiannya.
>>
>> Wassalam,
>> Sumitro Roestam
>>
>>  ----------Forwarded message ----------
>> From: "Sumitro" <[EMAIL PROTECTED]>
>> To: [EMAIL PROTECTED]
>> Subject: Re: Kita jaga Devisa kita > Re: Derap Langkah Pasukan Pinguin -
>> Masukan buat DeTIKNas
>> Date: Mon, 20 Nov 2006 14:59:01 +0700
>>
>> Pak Hidayat, P Eddy Satriya, pak Djarot dan kawan2 Yth,
>>
>> Saya sependapat dengan saran2 pak Hidayat, yg esensinya:
>> 1. Be Legal
>> 2. Jangan boros dengan devisa
>> 3. Agar Perusahaan2 Nasional pakai produk2 DN, baik Proprietary maupun
>> Open
>> Source.
>> 4. Agar pengembangan produk SW Open Source ada Koordinatornya. Untuk yg
>> satu
>> ini, sudah ada komitment dari Kementrian RISTEK dan dukungan PTN,
>> Repository
>> di Webserver yg dapat didownload gratis, Support Center yg mudah diakses.
>> Silahkan baca kembali beritanya di Bisnis Indonesia minggu lalu, dan di
>> posting2 saya y.l. (20.000 SW IGOS Nusantara 2006 di-bagi2 gratis).
>>
>> Saya juga ucapkan terimakasih kepada pak Djarot, Ketua Umum ASPILUKI yg
>> telah memperoleh penjelasan dari Bapak MenKOMINFO Sofyan Djalil tentang
>> isi
>> MOU Pemerintah dan MS sbb (kalau ada kekeliruan mohon dikoreksi):
>>
>> 1. Pemerintah bersedia menjadi contoh Perlindungan IPR dengan pemutihan
>> dan
>> membayar SW MS yg dipakai kalangan Pemerintah dengan harga discount, dan
>> terms and conditions yg akan dinegosiasikan kemudian.
>> 2. Pemerintah akan mengaudit jumlah SW MS yg dipakainya untuk menentukan
>> jumlah pembayarannya ke MS.
>> 3. Dana hasil pembayaran itu akan dipakai oleh MS untuk bantuan pendidikan
>> di Indonesia dan program PPP (seperti CAP).
>> 4. Penggunaan SW Open Source tidak melanggar HaKI.
>> Teks lengkap MOU akan segera di-release dalam waktu dekat.
>>
>> Dari bunyi MOU itu, saya ambil kesimpulan (mohon pak Djarot koreksi)
>> bahwa:
>> 1. MOU itu tidak menghentikan Gerakan IGOS.
>> 2. Pemerintah masih komit terhadap Gerakan IGOS.
>> 3. Jumlah SW MS yg dipakai oleh kalangan Pemerintahan masih sedang
>> diaudit,
>> jadi angkanya belum final. Jadi masih ada kesempatan bagi kalangan
>> Pemerintahan untuk mengkonversi SW2 illegal MS yg dipakainya ke SW Open
>> Source (IGOS Nusantara 2006), karena mengikuti saran pak Hidayat agar kita
>> harus menghemat DEVISA Nasional.
>>
>> Ketiga butir kesimpulan saya diatas juga merupakan masukan saya bagi
>> DeTIKNas, seperti saran saya sebelumnya, agar Pemerintahan SBY tetap
>> menunjukkan komitment keberpihakan kepada Rakyat kecil/UKM/Masyarakat yg
>> kurang mampu, serta tidak dianggap terlalu meng-akomodir kemauan Vendor
>> dominan.
>>
>> Semoga saran ini bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara.
>>
>> Wassalam,
>> Sumitro R
>> ================
>>
>> Hidayat Tjokrodjojo writes:
>>
>
>>>> Saudara2,
>>>> Yang saya utamakan adalah "Be Legal" but also "menghemat devisa".
>>>> Jangan boros, semua pabrik di dunia berusaha "menghemat".
>>>> Malah Rotary Club sedunia ajak kita "preserve the planet earth", jangan
>>>> diboroskan. Karena pemborosan anda akan mengorbankan kekayaan alam
>>>> Indonesia, dikuras habis sampai kering kerontang ... Jangan jadi orang
>>>> yang
>>>> menyebabkan Indonesia terkuras habis2 an ... Dimana Hutan Suaka Alam
>>>> dan
>>>> Lindung, mau di keduk-2 (explorasi) kandungan alamnya ????? Pemerintah
>>>> jangan sampai mau di bohongi swasta yang mau cepat kaya ...
>>>>
>>>> PERTAMA:
>>>> Untuk itu dan demi kepentingan bersama, tetap saja diperlukan UPAYA utk >>>> tawar menawar antara kita insan TIK di negeri ini, dengan pihak pemilik
>>>> software.
>>>> Kalau sebagai pemakai masih kalah dalam tawar menawar, maka perlu
>>>> dibantu
>>>> "chamber of commerce", "asosiasi" dan "federasi" dan "masyarakat", jadi
>>>> para
>>>> pengurus nya harus ikut ambil bagian dalam urusan tawar menawar ini.
>>>>
>>>> Kalau masih belum berhasil ya "Pemerintah", ikut minta agar harga di
>>>> murahkan untuk dipakai di Indonesia.
>>>> Ini tidak hanya terhadap product > Microsoft saja, tapi semua software
>>>> termasuk proprietary application software yang mahal-mahal, misalnya
>>>> utk
>>>> Pemetaan, CAD, CAM, BI, Graphic Design, Database, ERP dan misalnya
>>>> software
>>>> yang dipakai di banyak hotel2 berbintang yang pakai software dari luar
>>>> karena pemilik hotel terpaksa menuruti "permintaan" pihak hotel
>>>> operator
>>>> asing.
>>>>
>>>>
>>>> KEDUA:
>>>> Para Decision makers dan pimpinan perusahaan di Indonesia sebagai
>>>> "user"
>>>> kita minta agar menghargai produk dalam negeri, demi upaya untuk
>>>> menghemat
>>>> devisa.
>>>> Beri waktu dan perhatian thd product dalam negeri, yang bagus dibilang
>>>> bagus, yang kurang beritahu kekurangannya supaya bisa memperbaiki.
>>>> Beri kesempatan bagi perusahaan lokal untuk berkembang.
>>>> Tetapkan standar2 yang perlu harus dipenuhi oleh para pemasok TIK di
>>>> Indonesia.
>>>>
>>>> KETIGA:
>>>> Las but not least para insan TIK Indonesia khususnya para software
>>>> developers, jangan hanya bisa jadi RESELLERS saja = pedagang / middle
>>>> man
>>>> dalam INDUSTRI TIK, kalau bisa develop sendiri, kalau tidak ya ambil
>>>> pekerjaan Training, Implementasi dan Maintenance nya. lakukan "transfer
>>>> of
>>>> technology" jangan hanya sekedar "kunjungan2 dan study banding". Kalau
>>>> ada
>>>> kesempatan keluar negeri, pelajari habis2an, tiru atau lakukan bench
>>>> marking
>>>> ...
>>>> Harus Inovatif sehingga menghasilkan yang lebih bagus lagi.
>>>>
>>>> Open source yang buatan dalam negeri, mbok ya-o jangan banyak2
>>>> derivative
>>>> nya, semua kelompok buat CD linux sendiri2 sampai pemakainya juga
>>>> bingung.
>>>> Ada OS IGOS, yang dijual sehingga orang sama "takutnya", APKOMINDO juga
>>>> release versinya sendiri dan 'siapa lagi" siapa lagi ??? Oom Frans
>>>> Thamura
>>>> mau buat sendiri lagi ?
>>>> ... semakin banyak semakin membingungkan ??? alhasil kalau dipakai
>>>> supportnya juga belum tentu ada (kalau sudah ada ya syukurlah).
>>>>
>>>> Kita perbaiki usaha ini, sehingga pelatihan, himbauan memakai, masa
>>>> depan
>>>> dsbnya selaras dan bisa ada "persaingan" ...... tidak sekedar hanya di
>>>> teriak in "IGOS" "IGOS" ...
>>>> Apalagi sekarang sudah ada "Dewan TIK Nasional", mohon jaga agar
>>>> semuanya
>>>> berhasil dan tercapai "Good Corporate Governance" serta "Good
>>>> Governance",
>>>> sehingga INTEGRITY menjadi sifat dari perkembangan TIK Nasional, bukan
>>>> sekedar "Integrated" saja tapi juga INTEGRITAS pelakunya !!!
>>>>
>>>> Kalau develop software ya yang bagus, sehingga pemakainya puas.
>>>> Pelayanan
>>>> yang bisa di pertanggung jawabkan, membuat aplikasi E-gov, jangan asal
>>>> beres
>>>> "Berita Acara nya" saja, tapi bener2 berguna, bisa dipakai utk proses
>>>> transaksi, laporan nya benar angkanya dibandingkan dengan keadaan fisik
>>>> dan
>>>> kenyataannya.
>>>> Bukan kurang lebih, "kira-kira" sehingga tidak dapat dianalisa ?
>>>>
>>>> Saya sangat harapkan dapat melakukan hal Satu - Dua Tiga tadi, sehingga
>>>> TIK
>>>> berkembang, tepat guna demi kemajuan POLEKSOSBUD dan DEVISA NKRI TIDAK
>>>> terkuras habis ...
>>>>
>>>> Salam, Hidayat Tjokrodjojo
>>>>
>>>> -----Original Message-----
>>>> From: Sumitro [mailto:[EMAIL PROTECTED]
>>>> Sent: Saturday, November 18, 2006 1:25 PM
>>>> To: [EMAIL PROTECTED]
>>>> Subject: [mastel-anggota] Re: Derap Langkah Pasukan Pinguin - Masukan
>>>> buat
>>>> DeTIKNas
>>>>
>>>> Pak Eddy Satriya dan kawan2 MASTEL Yth,
>>>>
>>>> Terimakasih atas perhatian Bapak dan kawan2 lain atas permasalahan yang
>>>> sedang dihadapi bangsa ini.
>>>>
>>>> Saya dengar kemarin MOU sudah di-tandantangani, mohon info kalau ini
>>>> benar.
>>>> Jadi saran saya, untuk meningkatkan cita Pemerintahan Bapak Presiden SBY
>>>> sebagai yang berpihak kepada rakyat kecil/UKM (warnet2, dll), harus
>>>> dicari
>>>> jalan tengah, misalnya, perkiraan saya dalam waktu dekat sweeping2
>>>> software
>>>> illegal akan makin digalakkan. Untuk menunjukkan bahwa Pemerintah
>>>> berpihak
>>>> kepada Rakyat kecil/UKM (warnet2), maka berilah mereka kesempatan untuk
>>>> beli
>>>>
>>>> software asli Proprietary, atau bila tidak mampu, ganti ke Open Source,
>>>> dalam janga waktu 1-2 minggu, sehingga mereka juga pakai software yg
>>>> legal(Open Source). Jadi jangan langsung main tangkap dan merampas PC.
>>>> Gerakan IGOS juga agar tetap digencarkan oleh Pemerintah, sebagai
>>>> pilihan
>>>> alternatif masyarakat yg kurang mampu.
>>>>
>>>> Mudah2an jalan tengah ini dapat diterima dan dilaksanakan oleh
>>>> Pemerintah
>>>> SBY/Penegak Hukum.
>>>>
>>>> Silahkan ditanggapi.
>>>> Wassalam,
>>>> Sumitro R
>>>>  ---------
>>>>
>>>>
>>>>
>>>> Eddy Satriya writes:
>>>>
>>>> Pak Mitro yth.
>>>>
>>>> Betul sekali, lambat dan pasti kita harus menuju "Be Legal" seperti yang
>>>> akan dicanangkan dan akan mencengangkan dari Vietnam dalam pertemuan
>>>> APEC
>>>> nanti. Namun, "terselubung" patut diduga masih ada usaha-usaha untuk
>>>> "runduk" kepada vendor besar yang tidak open source. Cilakanya mereka
>>>> masuk
>>>> dari bbrp pintu birokrasi pemerintahan. Biasa, jika disini ada yang
>>>> menghadang untuk masa depan bangsa, mereka akan coba pintu lain. Baik
>>>> dari
>>>> tingkat kasi hingga menteri. Semoga kita semua bisa waspada. Seperti
>>>> saya
>>>> highlight dalam tulisan saya di KOmpas Senin lalu.
>>>> http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0611/13/tekno/3094789.htm Lebih
>>>> cilaka
>>>> lagi, gak banyak yang ngeh kalau kita -sebagai negara- memang masih
>>>> miskin.
>>>>
>>>> Dan mudah-mudahan duagaan saya salah.
>>>>
>>>> Wassalam,
>>>>
>>>> ES
>>>>
>>>>
>>>> Wassalam,
>>>> Sumitro R

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke