Pak Yan, P Rusmanto, dan kawan2 Yth, Saya mendukung idee pak Yan untuk secara riil dan finansial mengembangkan Distro LINUX Indonesia agar bisa memberikan support bagi Pemerintah dan Masyarakat luas pemakai LINUX/IGOS. Menurut saya, dana US$50 juta tidaklah seberapa dibandung jutaan Dollar yg dapat dihemat dibandingkan bila pakai SW Proprietary. Keuntungannya, para pengembang dapat hidup layak, rakyat Indonesia bisa punya SW Tools yg FOSS, sehingga bisa banyak yg maju pesat dan produktif. Tidak hanya Pengusaha kakap yg bisa maju dengan SW2 yg mahal.
Kementrian RISTEK dan DEPKOMINFO mau bantu?
Wassalam,
Sumitro R
=======
Yanmarshus writes:
Ada info bahwa tahun 2007 kementrian ristek akan mengucurkan dana 100 M untuk 
penelitian.
Bagaimana kalau salah satunya digunakan untuk mengembangkan Linux.
Ini sebenarnya ikut-ikutan lamunan IMW, yang mengatakan 50 juta dollar saja 
cukup bagus untuk digunakan mengembangkan Linux/FOSS.
Jadi, karena melamun belum dilarang, sekarang saya memulainya.
* Untuk memenuhi keinginan sebuah desktop nasional yang mudah digunakan,
  atau setidaknya menyerupai M$Windows, sehingga tidak sulit untuk migrasi ke 
Linux,
  diperlukan sebuah usaha kustomisasi distro Linux.
* IGOS melakukannya dengan membuat distro baru, saya memilih istilah
  kustomisasi saja, sampai memenuhi kriteria yang diharapkan.
* Agar kerja ini tampak nyata, diperlukan lokasi kerja secara fisik.
  Karena kalau secara virtual (melalui internet saja) tidak bisa tampak
  oleh yang tak paham dengan dunia internet. Siapa ya ;)
* Agar melibatkan banyak orang, maka disediakan "kantor/lab" di sejumlah kota,
  dimisalkan Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya. (Kota lain tentu saja bisa)
  Kantor ini boleh saja berupa rumah kontrakan yang cukup luas dan nyaman,
  dengan kontrak setahun sekitar 50 juta.
* Setiap "kantor/lab" ini dilengkapi 10 unit komputer untuk kerja,
  koneksi internet 24 jam, pakai aja speedy, siapa tahu telkom mau kontribusi.
  Beserta kebutuhan lain seperti makan, snack, tempat olahraga ringan...
* Ada manager tetap di setiap kantor yang mengurus kantor dan aktivitasnya,
  serta beberapa karyawan pendukung. Gaji manager kantor 7 juta/bulan.
  Karyawan 3 juta/bulan. (3-4 karyawan)
* Lalu di kantor ini kerja apa ?
  Kerjanya adalah melakukan kustomisasi Linux. Tugas2 untuk kustomisasi ini
  tentu saja sebelumnya sudah didefinisikan secara baik.
  Tugas2 kustomisasi sudah didefinisikan oleh sebuah tim inti, dengan
  gaji 10 juta/bulan.
* Kantor/lab ini terbuka untuk pekerja yang datang, yang memiliki kemampuan
  sesuai pekerjaan yang ada. Pekerja datang, misalnya jam 8 pagi, selesai jam 2 
siang,
  dan menyelesaikan sebuah tugas. Lalu terima uang 200.000 untuk kerja hari itu.
  Demikian seterusnya selama ada pekerjaan tersedia.
  Seorang pekerja tak terikat, hari ini bisa, seminggu lagi bisa lagi, atau 
tiap hari bisa.
  Terbuka untuk siapa saja, yang punya kemampuan.
* Hasil kerja di setiap kota ini yang digabungkan oleh tim inti,
  untuk menghasilkan sebuah distro linux yang sudah disesuaikan sesempurna 
mungkin
untuk jadi distro linux nasional yang digunakan pemerintah.
Jadi berapa biayanya ? Silahkan bantu menghitungnya, dengan jangka waktu
kerja maksimal 1 tahun.
Tapi tak sampai 50 juta dollar :D
Unsur2 yang ada dengan cara ini :
- Melibatkan banyak orang, sepertinya mayoritas mahasiswa
- Hasil pekerjaan untuk keperluan pemerintah, tentu juga
  untuk siapa saja yang mau.
- Hasil pekerjaan berupa FOSS.
- Dana yang terpakai kembali untuk rakyat Indonesia. Sebagai catatan akhir, setelah jadi jangan lupa dipelihara terus.
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis



Wassalam,
Sumitro R
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke