On Thursday 15 March 2007 11:53, Eko Suprapto Wibowo wrote: > ^_^ > Disini, silahkan > http://www.kr.co.id/article.php?sid=116536 > > Sudah kirim tiga minggu yg lalu, tapi baru dimuat skarang. > Aku disitu promosiin Mas Esteeween dan Pak PRAS lho!
Terima kasih mas Eko atas promosinya, tapi mungkin karena memang tidak ada konfirmasi ke Kuliax Project dan Pak Bambang Pras/PPTIK, yang mas Eko tulis tentang PPTIK, UGM, serta hubungan dengan Kuliax lebih banyak adalah pemahaman/interpretasi pribadi mas Eko sendiri, tidak ada cross-check tentang informasi kepada sumbernya atau paling tidak minim. Dari judul sudah terlihat, banyak orang bisa berpikir begini dan begitu. Untuk menghindari pengungkapan informasi/fakta yang memang penulis belum mengetahui secara jelas/samar, akan lebih baik jika diberikan kata-kata seperti "penulis berpendapat..." atau semisalnya. Jadi penulis bertanggung jawab terhadap tulisan yang ditulisnya juga pada masyarakat yang membaca informasinya. Pada tulisan tersebut seolah-olah penulis menulis berdasarkan atau "mengatasnamakan" pihak-pihak tertentu, yang ternyata kurang sesuai dengan kenyataan sebenarnya. Untuk menghindari kesalahpahaman banyak orang yang membaca tulisan di KR di URL tersebut di atas, berikut kutipan dan jawabannya: - Kutipan 1 <quote> Kuliax adalah Distro GNU/Linux berbasis Debian dan Knoppix yang dikembangkan dan didukung oleh PPTIK UGM dalam menyosialisasikan lingkungan komputasi Open Source yang dinamis, fleksibel, dan edukatif. ... UGM sebagai kampus besar di Yogyakarta dan juga sebagai universitas terbesar di Asia Tenggara, mengambil langkah progresif dan cemerlang dengan memperkenalkan Kuliax, yaitu distribusi (distro) GNU/Linux yang ditargetkan untuk masyarakat kampus dan juga masyarakat dari kalangan yang sejalan dengannya. ... Dengan semboyan, Kuliax Project, bringing Linux to Campus, gema Kuliax mulai disuarakan oleh Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (PPTIK) UGM semenjak kebutuhan akan distro GNU/Linux yang sesuai selera dunia akademis dirasa sangat penting. </quote> Jawaban: Kuliax bukan dikembangkan oleh PPTIK UGM tapi oleh Kuliax Project dan Kuliax Project belum ada kontak secara langsung dengan PPTIK tentang pengembangan dan sosialisasi Kuliax, jadi tidak benar jika _seolah-olah_ Kuliax Project didukung secara _formal_ oleh PPTIK apalagi dengan UGM! Dukungan PPTIK ke Kuliax Project tidak lebih dari pemberian space dengan subdomain kuliax.ugm.ac.id di server info.ugm, karena memang penggunaan subdomain/domain Kuliax sendiri tidak mungkin. Selain itu dukungan sosialisasi secara _non-formal_ oleh Pak Bambang Pras di situs pribadi dan lingkungan UGM. - Kutipan 2 <quote> Meskipun dikembangkan dengan model GNU/Linux Debian dan Knoppix, dalam pengembangannya Kuliax banyak terinspirasi oleh Ubuntu yaitu distro GNU/Linux terbesar dan paling banyak pemakainya saat ini. Nuansa Ubuntu sudah mulai terasa saat penggunanya melihat Logo Kuliax yang menyimbolkan empat tangan yang saling berpegangan membentuk bujur sangkar. </quote> Jawaban: Kuliax Project tidak pernah menyebutkan secara eksplisit bahwa pengembangan dan logo Kuliax banyak terinspirasi dari Ubuntu. Ubuntu mungkin adalah distro terpopuler, tapi tidak ada yang menyatakan bahwa Ubuntu adalah distro Linux terbesar dan paling banyak pemakainya. AFAIK, tidak ada angka yang menyebutkan hal tersebut. Jika yang dimaksud rangking di distrowatch.com, itu hanya hit-page-rank. Tentang logo Kuliax, jika ingin mengetahui seperti apa konsepnya, yang dibuat oleh Fahrezal Effendi, ada di dalam gambar: http://kuliax.duniasemu.org/images/gotong_royong-3.2.01.png -- "I've just come to this group and I don't know what it's all about. I just feel it must be something really serious. Is it really ?" - H. J. Thomas on linux-activists -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

