On Thu, Apr 19, 2007 at 02:28:52AM +0700, Ferry Haris wrote: > setiap penyedia jasa mirror berlomba-lomba untuk melakukan mirror hal > yang sama dari luar negeri. Padahal bila para penyedia jasa ini bisa > kita sama2 berkumpul dan 'berbagi tugas' mungkin beban penggunaan > banwith international kita akan sedikit menurun, tapi dengan > resiprokal link lokal kita bisa membagi beban penyebaran di Indonesia > sendiri. > > Jadi mungkin secara pribadi saya ingin mengajak kepada para penyedia > jasa mirror FOSS, yuk mari kita bersama-sama saling mendukung satu > sama lain bukan mementingkan pride masing2 dengan menyediakan dan > melaksanakan mirror sendiri2. > >
Lhoh bukannya ini sudah dilaksanakan oleh komo dari tahun 2004? http://komo.vlsm.org/bebas/v02/org/vlsm/rms46/1/45.html Titik Fokus Dewasa ini, sekurangnya ada tiga repositori aktif yang melayani masing-masing komunitas lokal bersangkutan: * http://kambing.vLSM.org -- (Depok). * http://kebo.vLSM.org -- (Surabaya). * http://kuya.vLSM.org -- (Jakarta). Ketiga repositori tersebut di atas, terpaksa melakukan update secara sendiri-sendiri. Jadi, dibutuhkan sebuah meta server (si Komo), yang berfungsi untuk melayani para server tersebut di atas. Si komo tersebut, TIDAK akan melayani publik secara langsung. Dengan demikian, TIDAK PERLU dikhawatirkan akan memakan banyak bandwidth ISP ybs. Keberadaan repositori ini hanya akan menarik bagi pihak yang biasa melakukan update system melalui jaringan; serta telah bergantung pada sebuah repositori lokal. -- fade2blac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

