[EMAIL PROTECTED] wrote:
3. Pertanyaan : pada kasus begini, kita tembak menterinya, atau oknumnya ? :-)
Imho, tembak kedua-duanya dengan pendekatan berbeda. - Menteri: jelaskan apa saja yang telah dilakukan penggiat FOSS [1], dan beri saran agar cek dan ricek sebelum membuat pernyataan yg menyudutkan banyak pihak seperti ini. - Oknum: tanyakan apa motifnya? Hehehe... Semestinya pembisik itu kan sudah riset sebelum memberikan kesimpulan kepada menteri. Kalau motifnya politik atau bisnis, agak sulit mengharap oknum itu mencabut atau meralat bisikannya. [1] penggiat FOSS di Indonesia itu berasal dari berbagai kalangan, mulai dari personal, lembaga pendidikan (ui, itb, its, ugd, dll.), riset (lipi, bppt, batan, lapan, dll.), pemerintah (ristek, depkominfo, depdiknas, depsos, dephukham, dll.), lsm (ypli, airputih, ubuntu-id, kpli-kpli, dll.), swasta (banyak sekali), dll. Jadi, menkominfo bagian dari penggiat Open Source di Indonesia. :) Yang saya tahu, penggiat FOSS itu *banyak omong dan kerja*. Kalau nggak kerja, mau makan dari mana? Kalau nggak omong, siapa yang memberi tahu masyarakat soal FOSS? Btw, info yang saya terima japri, pak menkominfo ini dasarnya baik. Mudah-mudahan tidak berlaku nasihat 'ojo cedak kebo gupak' untuk pak menteri, karena yang dekat menteri mudah-mudahan hanya orang-orang yang bersih. Aamiin. Cmiiw, Rusmanto -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

