Harry Sufehmi wrote:
Nah, kalau pinginnya saya sih, kalau ada asosiasi seperti ini, musti sekalian menjadi semacam clearing house. Jangan sampai konsultan nakal / hit & run bisa masuk juga. Cuma yang betul-betul komitmen & deliver customer satisfaction yang boleh bergabung.
Ya, akan lebih parah lagi kalau asosiasinya sudah dicap tidak baik. Maka sejak awal pendirian, perlu ada komitmen kuat di antara para pendiri yang dituliskan dalam AD/ART. Kembali ke ide Frans, saya berharap Frans tidak sendirian ke notaris, tapi mengajak beberapa pengusaha yg mau gabung. Kalau Frans sendiri ke notaris, namanya bukan asosiasi. :-) Saya berprasangka baik, mungkin Frans baru nanya-nanya ke notaris.
Kalau tidak, saya lebih pilih YPLI saja (eh, ada opsi keanggotaan untuk pengusaha gak ya di YPLI ?)
Kalau bentuknya asosiasi bisnis, YPLI tidak bisa ikut, mungkin bisa sebagai fasilitator pendiriannya. Kalau sudah berdiri, YPLI dan Asosiasi merupakan dua organisasi terpisah, tidak ada hubungan langsung/formal, mirip antara KPLI-KPLI dan YPLI. Kecuali kemudian ada kerja sama antara Asosiasi dan YPLI, seperti dalam pelaksanaan ILC antara KPLI dan YPLI. Rus -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

