Yahya Kurniawan wrote:
Pertanyaan berikutnya pak: Siapa yang "bertanggung-jawab" mempromosikan OpenOffice.org? Perlukah kita juga pasang iklan di koran2?
Ini salah satu kelemahan (non teknis) open source dalam hal promosi. Jika MS pasang iklan MS Office, maka hasil dari iklan itu secara langsung dirasakan MS, misal dari penjualan MS Office karena pengaruh iklan itu sekian persen masuk MS. Tapi, kalau ada perusahaan beriklan produk open source, misal OpenOffice atau Linux, maka semua perusahaan yang jualan barang/jasa terkait open source akan menikmati pengaruh iklan itu, dan belum tentu pemasang iklan itu sendiri menikmatinya. Jadi, iklan OpenOffice akan efektif jika dibiayai oleh banyak pelaku bisnis, seperti biaya pengembangan open source itu. Ini yang sulit...menyatukan banyak organisasi utk beriklan. Solusi lain usulan saya: Produk milik umum seperti Linux dan OO (General Public License) yang kalau digunakan akan meningkatkan derajat rakyat dan negara (tidak lagi dicap negara pembajak), maka yang lebih pas beriklan adalah pemerintah/negara. :-) Rus -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

