Kawan2 Yth,
Menarik sekali, sebuah Seminar Sehari berjudul:"Nasionalisme,
Patriotisme dan Ketahanan Nasional" yang diselenggarakan pagi ini oleh
Program Pasca Sarjana UI, Kajian Stratejik Ketahanan Nasional, dalam
menyongson Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2008, sebagai kilas-balik
Sumpah Pemuda 79-tahun yang lalu, yang mencetuskan idee: SATU NUSA,
SATU BANGSA DAN SATU BAHASA - INDONESIA.
Keynote Speech oleh MenHan Prof. Dr. Juwono Sudarsono, dihadiri oleh
tokoh2 lintas generasi, Generasi tahun 1940-an, 1950-an, 1960-an,
1970-an, dan 1980-an.
1. Idee Nasionalisme, yaitu membangun satu bangsa yg kuat dan bersatu
dicetuskan oleh Bung Karno, Presiden RI Pertama.
2. Patriotisme adalah kecintaan kepada Bangsa dan Negara Indonesia,
melintasi kecintaan pada suku-suku-bangsa. Pembentukan Jong Java, Jong
Sulawesi, dan Jong2 lain pada saat itu hanyalah sebuah upaya agar bisa
terjadi dialog dan diskusi antar pemuda2 harapan bangsa, menyamakan
persepsi untuk membentuk Negara Kesatuan RI.
3. Ketahanan adalah pertahanan dalam arti luas, termasuk non-militer,
termasuk didalamnya ketahanan SDM, ketahanan kesehatan (terhadap
penyakit flu burung, dll), ketahanan terhadap persaingan bisnis
(internasional), ketahanan terhadap serbuan teknologi asing, dll.
Ketahanan Nasional akan menumbuhkan Resilence, kemampuan Bangsa ini
untuk Bangkit kembali, setelah diterpa oleh badai Krisis Moneter 1997,
tepat 10-tahun yang lalu.
Anhar Gonggong, Dosen Politik UI memberikan gagasan, bahwa bangsa
Indonesia selama 3-abad tidak mampu melepaskan diri dari belenggu
penjajahan dengan kekuatan fisik. Namun dengan upaya yang memanfaatkan
kekuatan Otak, mampu memerdekakan diri dari penjajahan Belanda dalam
kurun waktu hanya 3-dekade. Ini dimulai oleh para pemikir muda
Indonesia pada 20 Oktober 1928 yg lalu, dipimpin oleh Sukarno, Hatta,
Syahrir, dan kawan2 pemuda lainnya.
Saya sangat mendukung gagasan pak Anhar Gonggong untuk menggunakan
kemampuan berpikir bangsa Indonesia dalam melepaskan diri dari
penjajahan modern masa kini, yaitu:
-penjajahan ekonomi, ketergantungan Indonesia pada negara2 besar, IMF, dll
-penjajahan politik, mengekor pada politik negara2 besar
-penjajahan informasi, menyebarluaskan berbagai budaya, informasi yang
meng-kerdilkan bangsa ini. Contohnya, gencarnya informasi melalui
media2 lokal, internasional dan antek2 asing untuk menjelekkan citra
Indonesia dimata Internasional, sehingga negeri ini dapat embargo
ekonomi dan politik.
Contoh Informasi yang menyesatkan yang paling sering di-quote oleh
media, terutama Harian Kompas, adalah:
- Indonesia adalah negara pembajak software terbesar ke-3, padahal
tidak pernah ada survey terbuka atau cara menghitungnya berdasarkan
kriteria yang jelas yang pernah dipublisir.
Sebaliknya, informasi yang diberikan secara terbuka, yaitu bahwa
berdasarkan sebuah survey resmi instansi Pemerintah, hanya
menghasilkan tingkat pembajakan software di Instansi2 Pemerintahan
sebesar 37%, sisanya 36% pakai software berlisensi Corporate, 23%
pakai software berlisensi Individual, dan 4% pakai software bukan
bajakan yg diperoleh dengan cara lain (misalnya, sample atau trial
software). Informasi ini tidak pernah di-quote oleh media2 Indonesia,
karena mereka tidak suka dengan berita baik tentang negeri
ini(pegangan mereka, BAD news is GOOD news). Mungkin juga mereka
membawa misi tertentu, dari vendor asing atau negara asing, untuk
meng-kerdilkan Indonesia dan memajukan bisnis asing mereka.
Informasi lain yg disebar-luaskan media yang mengakibatkan Indonesia
gagal terpilih sebagai Anggota Dewan ICAO (International Civil
Aviation Authority) adalah tentang keamanan penerbangan di Indonesia,
Dampak lainnya adalah dilarangnya Penerbangan Indonesia mendarat di
Eropa yg berdampak pada kerugian maskapai2 penerbangan Indonesia.
Informasi lain yg mulai di-hembus2kan akhir2 ini adalah bahwa
Indonesia adalah negeri penghasil emisi CO2 terbesar KETIGA di Dunia,
setelah USA dan Cina. Bagaimana cara menghitungnya? Indonesia khan
hanyalah negeri yg baru saja memasuki tahap Industrialisasi, dan
produksinya tidak lebih dari 1-2% produksi dunia! Pasti ini ada
kaitannya dengan politik dagang negeri asing, dengan tujuan untuk
meng-embargo produk-produk Indonesia.
Pada kesempatan ini saya ingin menghimbau para media Nasional yg masih
punya rasa Nasionalisme dan Patriotisme untuk melawan serangan
informasi negara2 asing, yang pasti untuk menjatuhkan citra Indonesia,
menolak produk2 Indonesia dan memblokir transaksi perdaganagn fisik
dan elektronik dari Indonesia.
Dengan semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, marilah kita galang
persatuan dan kesatuan, tingkatkan Nasionalisme dan Patriotisme kita
masing2, dan lawanlah serangan informasi2 yang memojokkan Bangsa dan
Negara INDONESIA.
Janganlah kita menjual negeri ini untuk sekadar keuntungan kecil
finansial dengan mengorbankan kepentingan Nasional yang jauh lebih besar!
Semoga Indonesia makin maju, makin jaya, makin makmur dan sejahtera
bagi mayoritas rakyat Indonesia.
Wassalam,
S Roestam
Menyongsong Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2007.
Sent via Open Source Software openSUSE v.10.3
----------------------------------------------
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis