> > Soal asosiasi, saya juga sdh pernah memberikan pendapat (via japri) ke > Frans, intinya adalah dukungan dari orang-orang yang mau ikutan dulu. > Karena asosiasi sulit berkembang jika hanya "a few people" atau > istilah lainnya "yang anggota pengurus doang". Jadi usul saya > adalah: cobalah Frans tulis dulu semacam visi misi dari Asosiasi baru > paparkan ke teman-teman dan liat mari kita nilai bersama-sama.
wah kalau urusan asosiasi ini sebenarnya gue gak mau sih :) tetapi ada satu procedur yang harus dilakukan untuk tujuan lain ok deh gue buka aja gue kan ada program JENI didiknas, gue disana membantu sebagai pemberi masukan setelah ketahuan kampus yang buat training gak membayar ke yang training, alasn manajemen etc etc, jadi deh ada push untuk SBU, terus kita juga lagi berpikir mengenai archivement JENI, akhirnya kepikiran buat LSP sendiri, dan ternyata sounding sana sini, pak ramon dan tim di deprin bilang sini loe buat surat asosiasi, tapi 2 asosiasi harus buat surat, satu yang berbasis user (awari setuju), dan satu berbasis kompetensi (wah adanya aspiluki, mana bisa, ada pak hidayat), jadi deh saya pikir buat asoisasi sendiri tanya sana sini buat asosiasi, dan saya sudah dapat izin dari kadin, malah sudah tanya ke banyak dirjen, semua setuju harus ada saingan, karena LSP sekarang gak ad aprogram, dan microsoft via perusahaan apa gitu Metro kalau gak salah buat LSP tandingan bernama LSP TIK, dimana disana ada pak Eko indrajit dngan CMM juga nah daripada diputer sana sini sama LSP, dimana pak rus sendiri lagi maju kesana, yah silahkan pak rus bahas kerja sama dg LSP Gimana sebenarnya LSP ini untuk mensertifikasi 250.000 murid yang dididik JENI, dimana tahun ini programnya akan ekspansi ke Linux, pak rus, andi belutz, dan beberapa pihak sudah diemail, tetapi pak gatot lagi sibuk, karena akhirt ahun, jadi meeting minggu ini pending dulu. mungkin sampai desember, karena ICT Conference di UMM tgl 27, nah semua ini nanti mau di LSPkan atau dibuat jadi standard nasional atau minimum ada standard lokal versi kampusan. tapi dari semua ini yang bagus adalah semua warga negara indonesia diberi akses ke content berkualitas, dan bisa belajar sendiri, dan ujiannya murah sekitar 15.000/ orang itu pun untuk mengelola meeting anual dari JENI, yang linux saya belum tahu, tetapi TOCnya sih kita mengacu LPI, kita lagi cari contact ke LPI Canada. jadi saya semua ini email bukan buat saya, saya hanya courier saja tetapi aneh aja, semua lihatnya Frans target pointprogram ini adalah menghasilkan warga negara indonesia yang dianggap tidak mampu bayar seritifkasi Sun Java yang 150 dolar, dengan membuat sertifikasi lokal sehingga kita bisa dapat prgorammer yang lebih baik daripada yang ada sekarang, yaitu gak jelas dari mana, jadi saya sih gak ada kepentingan di asosiasi, sebab program kerja saya di yayasan meruvian bukan untuk itu, tetapi ada yang lain, yaitu menjaga agar orang didaerah bisa punya skill yang bagus, dan menghasilkan product intinya sih cape deh kalau semua bekerja based on project, tetapi productnya jelek banget. -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

