2008/2/15 adi <[EMAIL PROTECTED]>:
> lho .. masalah yang jelas jangan dikaburkan lagi :D
> yang pasti, linux tidak akan menjadi terkenal dengan menghalangi
> orang menggunakan alternatif lain (apa pun itu).
>
> bandingkan dengan perkembangan *bsd di Indonesia, memang terlalu
> banyak faktor yang menentukan, tapi harus diakui linux lebih sukses,
> dan itu *bukan* karena menghalangi orang pakai *bsd.
>
> misal kita tinggal di lingkungan yang tidak bisa tidak maunya
> pakai windows, lah kita bisa apa :-) pengguna adalah raja.
>
> masalahnya, gimana sang raja ini mau tertarik menggunakan linux,
> bukan? :D

Saya rasa bukan soal halang-menghalangi. Tapi warnet yang bersoftware
propietary legal pun akan sulit bersaing dengan warnet bajakan.
Alasannya???
Warnet bersoftwre bajakan bisa memasang software apapun. Layanannya
pun pasti komplet abis. Ibarat warung padang, semua disediakan di meja
tinggal di makan. :D
Yang pake propietary pasti akan menghitung baik2 antara layanan yg
ingin diberikan dengan budget yg tersedia... klo gag sanggup pake
photoshop, ya pake gimp, klo gag mau bayar MIRC ya pake xchat. dst...
dst.. akhirnya aplikasinya sama dengan yang pake linux, kecuali OS.

Bagaimana dengan peluang pasar??
pastinya akan beda2 tipis dengan yg pake Linux. Bukankah dalam
menggunakan komputer, OS bukan yg utama tapi aplikasinya... :)

User sebagai raja sdh tidak relevan. Tapi user sebagai mitra bisnis
yang perlu disadarkan bhw bencana besar dunia TI dan ekonomi di
indonesia menanti jika penggunaan software bajakan terus
dipertahankan.

-- 
Arman Satary

Sekretariat LUGU
Ruang Media Centre, BPPI Makassar,
jl. Racing Centre II no. 25, Makassar
telp. 0411-5065206

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke