On Fri, Apr 18, 2008 at 02:05:14PM +0700, Resza Ciptadi wrote: > Bener-bener ini yang paling saya setuju, "oknum" yang paling gede om > bill yang sekarang "Berbuat sesuatu untuk bangsa" (bangsa Amerika > maksudnya :-)), dah jelas pebisnis lewat para agennya(kaya minyak > tanah ajah), sekarang mo pake baju komunitas :-), dunia-dunia > macem-macem ajah.
he..he.. kebetulan di Indonesia ini MM (kalau ndak makelar ya maling :-). serius, bisnis ala makelaran paling gampang di sini. gak software, gak komputer, gak internet sama saja. dan tidak ada yang kepikiran untuk mengubah indonesia, sehingga jadi produsen misalnya. microsoft ok. tapi kalau buntutnya jualan software ya gak guna (di sini, indonesia, bakal jadi tempat tongkrongan konsumen dan makelar saja). point saya, ini bukan soal pinter saja, tapi soal siapa yang kuat. jangan lupa dengan 'easy money' :D (banyak pedagang bilang: ngapain gue pusing, jual microsoft jauh lebih gampang untung dibanding linux). di sini, orang yang berduit lebih dihargai dari pada orang yang berkreasi. mestinya kan orang jadi banyak duit karena dia berkreasi, bukan dengan cuman jual copy-an software legal .. hi..hi.. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

