On Fri, Apr 18, 2008 at 06:19:40PM +0700, Harry Sufehmi wrote: > Saya baca lampiran diskusinya sampai akhir, sedih sekali ya gara-gara > pembajakan ini posisi tawar-menawar Indonesia sampai jadi lemah begitu > di dunia perdagangan internasional.
Bukannya ini terlalu mengada-ada? Tanpa apa-apa pun kita sudah tidak ada harganya lagi :-) Coba bandingkan dengan cina, atau gak usah jauh-jauh, bandingkan dengan singapura. Singapura itu punya apa? :D 90% penduduknya makelar, dan itu mungkin, karena sakuprit. Gara-gara dipalakin di pelabuhan, bandara (import) lantas kita jadi latah ikutan jadi makelar. Mungkin dikira enak, gak mikir kalau negara sebesar ini, semua jadi makelar, ya bakal turu kebon. Terus terang saya tidak habis pikir, ada cara yang gampang, kenapa harus pakai cara yang sulit? Walaupun tidak harus instan, kan mestinya tetap harus dimulai. Tapi ini tidak. Seperti biasa: omdo forever :-) Itu software copy-an, kalau dilegalkan, pemerintah akan bisa mengutip dari pajak (gunakan azas praduga tak bersalah dengan jangan menduga ada kutipan liar). Untung, nilai rupiah menguat, bursa saham bergairah, dst..dst.. Heran, apa tidak ada indikator lain selain indikator yang dipakai sama kapitalis? Memangnya kalau bursa/rupiah menguat semua rakyat seneng? Lah ya jelas tidak, wong bagi-baginya tidak merata :D (There are only three lies in this world: Lies, damned lies and statistics). Jadi ingat film kingkong, itu sutradara ngotot karena terlalu terpaku pada yang namanya tiket, sampai semua dikorbankan (tiket ~ lisensi). Dan jangan dikira kalau banyak yang digebugin gara-gara tidak punya tiket lantas semua jadi senang, linux jadi terkenal. Sama sekali tidak. Tidak akan ada yang berubah, tambah susah, iya. Apa ini terlalu irritating? Jangan-jangan bukan orang-orang cool dan harus dengan cara cool, tapi karena yang dihadapi itu orang-orang yang 'ngglendem' hi..hi.. Dan kalau barangkali saja ada yang berpikir ini kurang santun, coba dipikir-pikir lagi, siapa sebenarnya yang kurang santun :-) Kita dianugerahi pikiran dan hati untuk dipakai kedua- duanya. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

