On Tue, Jul 15, 2008 at 07:32:51PM +0700, Ronny Haryanto wrote:
"Conference" (at least yg saya bayangkan) kan harusnya formatnya lebih enak, bisa ada workshop, presentasi, temu muka, games, sprint sessions (untuk developers), networking, offline discussions, freebies from sponsors, key signing, etc.
he..he.. iya. dan yang lebih penting adalah mencapai kesepakatan, konsensus, perjanjian, mengenai apa yang akan dilakukan (linux indonesia mau dibawa ke mana, apa-apa yang disepakati mau dikerjakan bersama, dst..dst..dst..) sampai terjadi konferensi berikutnya (kalau sifatnya periodik). bukan hanya sharing teknis, tapi juga report. minimal, dengan mengikuti konferensi peserta akan bisa menjawab kalau ada konferensi yang akan datang, masih perlu diikuti lagi atau tidak :-) setidaknya kita bisa belajar dari ILC sebelum-sebelumnya. apa saja yang sudah disepakati untuk dikerjakan, kalau ada, dan sudah dilaksanakan betul atau tidak, kalau masih belum bisa mengapa belum bisa. dst.. (report/resume mengenai ILC sebelum-sebelumnya tersedia online?) karena namanya juga konferensi, nilai mengikatnya agak renggang. yang dibutuhkan adalah komitmen. sukur-sukur kalau konsensus atau komitmen ini bisa melibatkan pihak di luar komunitas linux. point saya: ada target yang ingin dicapai. baru tema/title yang mau dibahas ditentukan. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

