Salam,
On Sep 15, 2008, at 2:01 PM, Resza Ciptadi wrote:
Musuh sih ngak la. Tapi sebenarnya memang agak aneh ketika sesuatu
yang nota bene visi misi nya bertolak belakang lalu ujug-ujug ikutan
KPLI Meeting, setelah sekian lama dia pojokan Linux dg FUDnya tiba2
hadir untuk membicarakan bagaimana Linux kedepan.
Kalau yang datang kubu proprietary dalam hal "ideologi" memang beda
visi dan misi. Tapi dalam hal "bisnis" justru sangat mungkin terjalin
sinergi, karena tujuannya semuanya sama untuk memuaskan pengguna
akhir. Justru ini potensi yang bisa menjadi peluang bagi misalnya para
pengembang dan pebisnis FOSS. Kita bisa belajar dari ilmu bisnis
mereka dan memanfaatkan jaringan serta relasi yang dimiliki.
Nah, kalau yang datang adalah organisasi sesama penggiat FOSS, masa
hanya karena tidak bernama KPLi lalu ditolak nimbrung pembahasan?
Tidak boleh ikut merumuskan "pergerakan"? Atau malah ikut disebut
sebagai para penyebar FUD juga? Lha ini aneh kalau kayak begitu. Apa
organisasi seperti AWARI perlu bikin underbouw bejudul KPLi Warnet
dulu sebelum diijinkan nimbrung di dalam pergerakan?
Saya pikir ini bukan masalah kasta, sudah wajar di lingkungan sosial
ada yang jd sesepuh
meski orang bersangkutan tidak mo disepuhkan, atau mugkin mereka yang
punya kontribusi lebih didengarkan menurut saya dalam komunitas
apapun ini terjadi.
Di dalam lingkungan sosial komunitas Linux, rasanya justru yang
mempelopori interaksi secara FLAT. Tidak mengenal senioritas. Ya
mungkin sekedar sopan santun saja masih wajar. Tetapi yang penting dan
diakui adalah kontribusinya.
_______
Regards,
Pataka
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis