On Sat, Sep 20, 2008 at 01:56:17AM +0700, Pataka wrote:
Pertanyaannya, kenapa harus 100% Linux? Dasarnya apa? Sementara di dalam distribusi Linux sendiri bisa jadi banyak sekali paket aplikasi yang tidak 100% free dan opensource.
mestinya ini bukan soal lisensi kan. kalau menurut hemat saya, siapa saja yang bermaksud memajukan, membudayakan, menyebarkan, mengembangkan, mengajarkan linux, eligible untuk masuk. AWARI, TELKOM, selama secara _formal_ mencanangkan ke arah pengembangan dan pemanfaatan linux, maka mereka juga eligible. KPLI? ya sudah jelas. kata kunci: ini bukan soal lisensi, tapi linux. btw, kok jadi politis begini yah .. hi..hi.. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

