Salam, On Sep 20, 2008, at 3:08 AM, Black_Claw wrote:
soalnya linux itu interaktifnya di terminal, bukan di gui.
Games 3D Linux dan yang online pun ada, tapi tidak populer. Pebisnis / host game online di sini kebanyakan melisensi games asal Korea Selatan, semua mensyaratkan platform client minimal berbasis Windows 98, rekomendasi XP. Ini yang laris manis, mau tidak mau ya warnet yang melayani pelanggan penggemar game online, tidak bisa pakai Linux. Paling hanya untuk routernya saja, hampir bisa dipastikan pakai turunan Linux. Saya pernah beberapa kali ketemu dengan para host game online ini. Mereka memang sama sekali belum memikirkan atau melirik pasar Linux, karena dua alasan:
Pertama, developer dan provider game online berbasis Linux masih sangat sedikit, jadi menurut mereka ini faktor yang melemahkan struktur dan model bisnis mereka. Untuk diketahui, konsep bisnis para host game ini umumnya berusaha memonopoli lisensi sejumlah seri game yang digemari masyarakat, bukannya hanya satu melainkan ada banyak. Kalau mereka hanya meng-host satu game saja, maka dipastikan peminatnya akan sepi karena usernya tidak bisa mengembangkan kreativitas. Seperti dimaklumi user antar game bisa melakukan transaksi pertukaran atau jual beli asset di dalam game dan kompetisi di luar game yang membuat permainan menjadi semakin menarik.
Kedua, karena alasan pasar pengguna Linux yang belum berkembang dalam arti skalanya belum menarik minat mereka untuk menggarapnya. Ini situasi ayam dan telor, karena game online bisa jadi salah satu killer application yang mampu speed up pertumbuhan Linux secara signifikan. Di luar pasar pemerintahan dan pendidikan yang juga sangat besar marketnya.
Kalau untuk membuat game lokal, mereka tidak berminat. Karena mereka cuma pedagang. Kalau ada provider game lokal, kalau cuma satu game mereka juga kurang berminat. Harus banyak game. Itu tantangannya.
solusi setengah-setengah ya tetap cedega, tapi saya belum coba bener-bener, nggak kuat bayar soalnya.
Kalau dihitung beneran investasinya, tetap lebih murah menggunakan Windows XP terutama yang OEM dibandingkan menggunakan Linux + Cedega atau emulasi / virtualisasi lainnya. Segi performa juga jadi pertimbangan.
_______ Regards, Pataka -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

