Salam, On Sep 20, 2008, at 8:49 AM, Majalah.Linux wrote:
dari penjelasan Anda sudah jelas. dan sudah cukup untuk menjawab pertanyaan anda sendiri mengapa awari tidak berhak ikut dalam kpli meeting. dari dasarnya saja sudah jelas, awari dan kpli adalah dua organisasi yang berbeda. apa itu kpli bisa anda lihat kembali di http://wiki.linux.or.id/KPLI. bagaimana bisa 2 organisasi yang berbeda kok ikut dalam meeting internal yang dilakukan oleh organisasi satunya
Ini kok jadi ngotot terus ya. Asal perdebatan ini adalah semula acara KPLi meeting itu sifatnya terbuka cair untuk siapapun perorangan dan individu yang concern terhadap pengembangan komunitas Linux. Itu didefinisikan dan direkomendasikan oleh ILC2007. Kemudian, entah bagaimana ditengah antusias berbagai pihak non KPLi, sebut saja AWARI dan mungkin ada lainnya, tiba-tiba ada yang mengatakan bahwa KPLi meeting hanya khusus untuk KPLi. Nampaknya anda salah satunya yang bersuara seperti itu. Pertanyaan saya sederhana: kenapa kok harus seperti itu? Bukankah ILC2007 sudah sepakat untuk menjadikan acara itu terbuka dan panitia juga sebelumnya setuju demikian. Buktinya AWARI mendaftar. Kalau tahu sejak awal bahwa acara ini tertutup, ekslusif hanya untuk KPLi, ya tentu saja AWARI tidak akan mendaftar. Wong sejak awal dibolehkan bahkan disambut antusias kok. Justru pertanyaan ini muncul karena di tengah jalan, tiba-tiba ada perubahan seperti ini. Yang benar mana? Saya mempertanyakan itu, bukan sebagai orang AWARI, tetapi sebagai sesama aktivis Linux, sebagai orang KPLi.
Sehingga, kalau memang masalahnya ada di istilah kegiatan, maka ganti saja jadi Aktivis Meeting, jangan pakai KPLi meeting. Karena semangatnya adalah terbuka tadi. Kecuali kalau anda, kita semua memang maunya mundur lagi dan mengingkari kesepakatan ILC2007 sehingga ingin menjadikan acara ini tertutup untuk "kalangan sendiri" ya silahkan. Kalau begitu undangannya yang jelas dong, paling tidak diralat. Supaya non KPLi tidak perlu buang energi untuk menyiapkan diri seperti ini dan capek berdebat. Saya juga tidak perlu menuliskan argumentasi panjang dan buang waktu seperti ini. Dan karena saya terus terang kecewa dengan sikap arogan seperti ini.
Saya pikir, KPLi yang berpikiran terbuka tidak perlu menghadiri acara ini. Karena hanya akan mengakibatkan pemikiran militan yang salah kaprah. Orang pesantren bilang ini namanya jumud. Kebuntuan dalam berpikir.
menggunakan linux adalah syarat mutlak yang ga bisa ditawar - tawar untuk ikut dalam organisasi di bawah naungan kpli. dan syarat ikut dalam kpli meeting adalah tergabung dalam kpli.
Nggak usah diajari semua orang juga sudah tahu. Inti masalahnya bukan itu. Sama juga dengan kenyataan bahwa tidak harus aktivis Linux bergabung dengan KPLi. Bahkan KPLi sendiri mau paka nama bukan KPLi juga tak masalah. Wong tidak ada aturannya. Sikap anda ini persis seperti sikap elitis aktivis Linux jaman dulu yang melarang KPLi kami memasang lambang BSD di web site kami. Padahal, tujuan pemasangan lambang itu adalah demi menghormati histori organisasi kami yang didukung oleh komunitas BSD. Fanatisme dan militansi yang menurut kami salah kaprah. Lagipula apa hak mereka melarang kami memasang logo apapun di web kami sendiri?
Beda persepsi tidak serta merta menjadikan kita sebagai lawan. Sama seperti panggung politik, ada partai pendukung kekuasaan ada partai oposisi. Apa kemudian menjadikan yang oposisi bukan orang Indonesia? Ada yang sepakat dengan definisi umum KPLi ada pula yang ingin punya definisi yang lebih bebas dan terbuka. Apalah kemudian menjadikan mereka bukan orang Linux? Yang bener aja. Apalagi hanya masalah sehari- hari pakai apa. Yang setiap hari pakai Linux sekalipun barangkali nggak pernah memberikan kontribusi apapun kepada komunitas. Lalu apa hebatnya, apa manfaatnya? Apa kelebihannya dibanding pengguna Mac tapi tiap hari promosi Linux?
bagaimana hubungan kpli dengan organisasi diluar kpli? silahkan lihat di http://wiki.linux.or.id/Hubungan_KPLI_dengan_YPLI_dan_organisasi_lain
Informasi Wiki itu bukan definisi kitab suci, bukan harga mati, bukan aturan legal formal yang mengikat, bisa setiap saat berubah sesuai kebutuhan dan sifat KPLi yang cair. Apa kalau saya atau ada KPLi lain punya itepretasi berbeda di luar definisi itu dan kemudian berusaha merubah isi Wiki itu lantas disebut sebagi pendosa, pengkhianat? Atas dasar apa?
silahkan bila ingin bekerja sama dengan kpli, namun lakukan di luar kpli. bila sebagai organisasi bisnis, awari mengagendakan kerjasama bisnis dengan kpli, silahkan buka kembali hasil putusan ilc2007 lalu di jogja yang diamini oleh seluruh utusan: (butir pertama dari 4 keputusan): # KPLI dapat membuat badan hukum, tetapi berupa badan non profit dan jika ingin berbisnis maka dapat mendirikan badan hukum diluar KPLI http://majalah-linux.baliwae.com/wp-content/uploads/2007/11/ilc-result.jpg
Ketika anda berdiskusi dengan saya, nampaknya anda sudah terlanjur memberi stempel saya sebagai orang AWARI. Jadi anda mislead terus menangkap esensi diskusi ini. Saya tegaskan lagi, karena saya kebetulan memang orang AWARI maka saya leluasa menjadikan kasus AWARI ini SEBAGAI CONTOH. Bukan sebagai TUJUAN. Saya tidak peduli kalau akhirnya misalnya Pengurus AWARI membatalkan keikutsertaan dalam acara ini. Itu urusan internal Pengurus AWARI. Pengurus AWARI bahkan dalam kasus ini mungkin punya pendapat yang berbeda dengan saya. Misalnya beberapa waktu yang lalu mereka sudah mengatakan akan legowo kalau tidak diterima dalam KPLi meeting bahkan kalau batal hadir sekalipun. Saya menghormati apa keputusan mereka. Tapi sebagai aktivis, saya merasa perubahan mendadak itu tidak berdasar dan tidak tepat.
Yang saya bahas adalah sikap diskriminasi yang tiba-tiba itu. Sangat menjengkelkan. Ada apa ini? Acara yang semula disambut antusias menjadi dikhawatirkan bisa berujung perpecahan.
Anda nampaknya juga sepihak menterjemahkan hasil ILC2007 point 4 itu. Dalam peraturan perundangan kita, badan hukum non profit bukan berarti tidak bisa bekerjasama dengan lembaga bisnis. Kan tergantung sifat dari kerja sama yang dilakukan apa? Lembaga non profit misalnya Yayasan, boleh kok punya bisnis melalui penyertaan saham di perusahaan. Pintu kerjasama bisa lewat mana saja. Artinya bisa saja AWARI langsung kerja sama dengan KPLi. Apanya yang menghalangi? Wong sama-sama badan hukum. AWARI memang organisasi para pebisnis, tetapi organisasinya bersifat non profit juga. Artinya AWARi itu organisasi sosial bukan perusahaan. Atas dasar apa KPLi dilarang kerjasama dengan AWARI atau organisasi lainnya? Aneh sekali argumentasi anda ini. Saya yakin ini hanya karena anda kurang memahami dan terlanjur "menstempel saya".
soal keputusan pertama ini sebaiknya tidak perlu lagi diperdebatkan dan coba di utak atik di ilc2008 besok. (harap panitia catat ini) silahkan awari hadir di conference, tapi tidak di kpli meeting.
Dasar alasan anda melarang menurut saya tetap tidak tepat dan salah kaprah. Baca saja pemahaman-pemahaman anda sendiri di atas. Itu sepihak semua dan tidak obyektif. Anda tetap tidak bisa mengatakan bahwa AWARI atau organisasi lain lebih tidak Linux dibanding KPLi hanya karena masalah penamaan saja. Saya sudah kasih solusi, kalau anda ngotot, saya bisa minta Ketua Umum mendeklarasikan KPLi AWARI dan seketika anda tidak punya alasan untuk melarang wakil AWARI menghadiri KPLi meeting. Organisasi lain yang terhalang ikut acara ini hanya karena hal yang sama, yaitu perkara nama, juga bisa melakukan hal yang sama. Tapi saya yakin mereka lebih memilih "lupakan saja KPLi dan ILC". Mungkin mereka akan mencari saluran kerjasama lain, toh aktivis Linux bukan hanya KPLi dan barangkali mereka justru akan mendukung pembentukan organisasi lain untuk menampung ketidakpuasan di dalam KPLi, misalnya KPLi perjuangan hehehe (udah kayak parta aja). Itu yang saya bilang, bahwa sikap arogan dan tertutup seperti ini justru menghambat kita semua untuk mencapai kemajuan.
Tapi tentu saja membuat organisasi baru itu bukan langkah elegan dan bijaksana. Yang tepat menurut saya adalah mengembalikan acara itu seperti kesepakatan ILC2007, yaitu KPLi meeting yang terbuka untuk semua aktivis tanpa memandang asal usulnya. Siapa saja yang mau berkontribusi memajukan komunitas ini. Bahkan bila nggak pakai Linux sekalipun. Siapa tahu nanti ada organisasi Linux User Wanna Be. Titik. Kalau ada masalah mengenai nyangkutnya nama KPLi di acara itu, ya ubah nama acaranya. Sederhana. Kalau masalahnya kuatir terjadi infiltrasi, upaya FUD (entah dari pihak mana? wong kita semua ini satu pihak, yaitu pihak Linux) bikinlah aturan main tata tertib yang jelas dan tegas serta bisa membatasi peserta kemudian siapkan agenda yang konkrit yang dibahas sejak dari sekarang agar nanti di arena pembicaraan fokus tidak melebar dan ngalor ngidul tidak karuan.
Saya memberikan solusi dan anda cenderung hanya menyerang saja untuk menjatuhkan argumentasi pihak lain dengan argumentasi tidak obyektif dan definisi sepihak. Paling tidak kesan saya jadi begitu, melihat cara anda berdiskusi yang ngotot seperti ini dan tidak membaca lebih mendalam argumentasi yang saya sampaikan. Setelah ini terus terang saya males menanggapi, terserah anda-lah, semau-maunya jadi apa silahkan. Saya toh tidak punya kepentingan apa-apa, hanya sebagai bagian komunitas ini sejak dari masa beta version terus terang saya prihatin. Sangat prihatin. Gimana mau maju kalau komunitas ini didikte seperti ini? Kok kayaknya nggak ada lagi ruang dialektika yang sehat (ini keluhan).
dan untuk seluruh kpli yang akan hadir di ilc2008 besok, sebaiknya pilihlah wakil yang benar benar menjadi contoh dan teladan aktifis pejuang free software di komunitas anda. namanya linux activist yang selalu pake linux dong.. malu dong ngaku linux activist tapi mengutamakan penggunaan os lain diluar linux dalam kehidupannya sehari hari. lebih baik kudeta dan ganti yang lain.
Itu kan pendapat anda. Memangnya ada keharusan apa harus mengikuti pendapat anda? Linus Torvalds dan Richard Stallman saja tidak pernah mengharuskan anda menggunakan apa kok. Saya tidak merasa malu mengaku sebagai aktivis Linux sejak saya masih pakai Windows. Karena menurut saya, yang berarti adalah perbuatannya. Kecuali saya tidak pernah berkontribusi apapun tapi mengaku sebagai aktivis. Apalagi mengaku paling aktivis dibanding siapapun. Padahal diatas langit masih ada langit.
btw saya berargumen seperti ini tidak ada tujuan untuk mendiskreditkan awari apalagi tidak menganggap perjuangan yang telah awari lakukan. hal ini semata mata untuk meluruskan apa itu kpli meeting dan harga yang harus dibayar untuk dapat tergabung dalam kpli.
Nah itu anda akui sendiri. Anda tidak menangkap esensi diskusi. Sekali lagi, saya tidak sedang mewakili atau membela AWARI. AWARI punya pengurus sendiri yang mewakili dan mereka juga nimbrung di sini dan mereka juga aktivis sejak lama. Pendapat pengurus AWARI juga sudah mereka sampaikan, tolong anda baca ulang deh. AWARI itu adalah sekedar contoh yang pas untuk kasus ini dan saya manfaatkan. Baca lagi deh sejak dari awal. Kalau masih belum ngerti atau kalau penasaran hehehe ... :)
harga mati untuk bergabung dalam kpli. gnu/linux. titik! berani berjuang, berani bayar harga.
Sip. Selamat, heroik sekali. End of discussion. _______ Regards, Pataka -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

