Berikut beberapa game yang bisa dimainkan secara online (multiplayer)

Urban Terror = Counterstrike
Warzone 2100 = Red Alert
Glest = Warcraft
Enemy Territory = Medal of Honnor
Teeworlds
UFO Alien Invasion
Open Arena
Alien Arena
Wormux = Worms
Netpanzer
dsb

Game Online dalam bentuk Massive Multiplayer:
PlaneShift
Regnum Online
Runescape
Second Life
Tibia
The Mana World
dsb

Sebenernya masih banyak lagi, tapi memang yang menjadi kendala selama ini adalah user warnet yang untuk saat ini masih terbiasa game2 yang biasa mereka mainkan di Windos, dan karena user game online ini biasanya bersifat komunitas (ada acara kumpul2 dan sebagainya didalam game tersebut) pada saat mereka menggunakan game Linux seperti yang ane sebut diatas tadi mereka kehilangan komunitasnya. Untuk kasus Massive Multiplayer selain masalah kebiasaan user warnet juga terbentur server online yang berada nun jauh disana, dan yang cukup menyulitkan biarpun versi client berbentuk free/open source bukan berarti versi servernya demikian, walapun ada 1-2 yang versi servernya juga free atau open source :D

Masalah game online juga tidak terlepas dari kekurangperdulian developer game (game online Indonesia kebanyakan di import dari korea) terhadap pengguna Linux. Termasuk "importir2" lokalnya. Hal ini tidak terlepas dari orientasi bisnis mereka yang masih menganggap jumlah pengguna linux yang belum terlalu banyak sehingga mereka merasa pengguna Linux/ warnet Linux belum perlu di akomodir.

Untuk solusi seperti Wine/Cedega sendiri sampe saat ini masih banyak benturan, salah satu kendalanya adalah "Patch" game yang biasanya dalam 1 minggu bisa beberapa kali. Jadi pada saat game tersebut sukses "dikerjai (entah dengan bongkar hexa atau cara lainnya, salah satu yang biasa dilakukan untuk dapat menjalankan game online (contoh ragnarok, adalah dengan membypass proteksi nprotect mereka dan ini termasuk ilegal))" biar bisa digunakan di Linux, baru seneng2 gamenya bisa jalan eh muncul "Patch" baru dan harus di oprek lagi biar bisa jalan kembali dan ini sangat merepotkan apabila harus dilakukan warnet yang jumlah pc nya ngga cuman 1. Patch tersebut memang sangat dibutuhkan oleh game online tersebut untuk menambal kelemahan2 gamenya untuk menghindari masalah hack dan sebagainya. Selain masalah "patch" penggunaan wine/cedega lebih memakan resource yang kadang sekian kali lipat dibandingkan pada saat game tersebut dijalankan di windos (sangat tidak efisien) dan tidak selalu dapat running well.

Solusi yang paling memungkinkan, "importir2" game mengimport game2 yang memang bisa berjalan tidak hanya di Windos tapi juga di platform lain (untuk saat ini masih cukup sulit untuk dapat memaksakan hal ini karena klo secara itungan kurang menguntungkan mereka terutama mereka yang berpendapat cari game murah dapat untung banyak :D ) dan mensosialisasikan game2 multiplatform tersebut untuk digunakan baik oleh personal maupun warnet-warnet. Tapi solusi ini bukan harga mati, ane sendiri yakin masih banyak solusi lain yang lebih tepat untuk hal ini.

--
A. Hardiena
www.ahardiena.web.id


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke