Selamat sore semua,

Dahulu, pada umumnya operating system untuk mini-computer pada umumnya
didistribusikan lengkap dengan berbagai applikasi software. Misalnya
Lisp Machine dan Symbolic, keduanya mendistribusikan
arsitektur-arsitektur tersebut dengan seperangkat sistem operasi
lengkap dengan interpreter dan kompiler untuk bahasa Zeta Lisp dan
juga kemudian platform komputasi ketika itu, yaitu Teco akhirnya juga
di-port ke OS tersebut.

Demikian halnya dengan VMS, sistem operasi yang didesign untuk
mesin-mesin DEC(yang mana distribusi VMS sekarang ini bisa dijalankan
di IA64 dan juga Alpha) ini juga didistribusikan dengan berbagai
software dan development system.

GNU itu pada dasarnya adalah sebuah implementasi yang free(bebas) dari
operating system BSD. Pada waktu itu BSD bukanlah free software. BSD
sebagaimana kompetitornya, yaitu sistem operasi keturunan System V,
didistribusikan lengkap dengan banyak sekali ragam software, mulai
dari text editor, windowing system, bahkan sampai dengan games.
Seperti itu pula GNU, GNU dalam rencananya akan didistribusikan
lengkap dengan berbagai software, yang juga free(bebas) tetapi
kompatible dengan BSD, dengan pengecualian games(silakan baca
wawancara RMS dengan majalah Byte di direktory
/usr/share/emacs/versi-emacs-anda/etc/ kalau anda mempunyai GNU Emacs
terinstal di komputer anda).

Perbedaan lainnya adalah, BSD sebagaimana juga System V mempunyai C
sebagai system programming. Tetapi GNU didesign untuk menggunakan dua
bahasa, yaitu C dan Lisp sebagai system programming languages. Tetapi
tentu saja, kita bisa menggunakan bahasa apapun untuk melakukan hal
tersebut, seperti Scheme, Haskell, ML, dan juga bahasa-bahasa yang
lain. Walaupun ternyata di GNU, bahasa yang populer tetaplah C. Tetapi
karena GNU Emacs, Lisp juga mendapatkan perhatian yang cukup.

Tetapi dari dahulu GNU bisa dikatakan cukup lengkap untuk bisa disebut
sebagai sebuah implementasi Unix. GNU sudah mempunyai berbagai
compiler dan interpreter untuk berbagai bahasa dengan berbagai
library-nya. GNU sudah bisa memakai TeX untuk melakukan typesetting.
GNU juga sudah bisa memakai X sebagai windowing systemnya. Bahkan GNU
mempunyai computing environment yang super powerful, yaitu Emacs Lisp.
Tetapi sayangnya, walaupun GNU sudah mempunyai C Library yang handal,
tetapi kernelnya belum juga selesai, yaitu Mach/Hurd. Harap diingat
pada dasarnya GNU Hurd bukanlah sebuah kernel yang mandiri dan
komplete. Tetapi GNU Hurd adalah sebuah set server-server yang
mengimplentasikan berbagai ragam fungsi seperti file server dan IO
diatas sebuah micro-kernel. Nah, micro-kernelnya ini adalah GNU Mach
yang mana kalo tidak salah sekarang diganti dengan(atau mau diganti
dengan) yang lain seperti L4.

Tetapi, kurang lebihnya, pada tahun 90-an, sebuah kernel ditulis oleh
Linus Torvald yang diberi nama Linux dan kemudian banyak applikasi
ditulis dan diport ke kernel ini dari GNU dan sistem lain. GNU sendiri
juga mensponsori usaha Ian Murdock untuk "membundle" sebuah paket
sistem GNU dengan menggunakan Linux, dan namanya adalah Debian
GNU/Linux(tetapi ini bukanlah distribusi GNU yang pertama, karena
sekarang banyak sekali distribusi).

Tetapi kemudian, nama Linux itu sendiri jauh lebih populer daripada
nama GNU. Dan, semua orang yang saya kenal secara pribadi menggunakan
nama Linux daripada GNU. Saya sendiri juga secara praktis lebih
sering(kalo tidak selalu) menggunakan nama Linux daripada GNU. Kalo
misalnya saya ditanya "Eko, kamu memakai OS apa?", dan kalau saya
menjawab "Saya memakai GNU", pasti teman saya tersebut langsung
bertanya lagi dengan bingung "GNU? Kewan opo toh kuwi?". Nah daripada
seperti itu,  saya lebih suka menjawab, "Oh, saya memakai Linux kok".
Praktis kan?

Kemudian mengenai konsep Free Software. RMS menggunakan kata "Free
Software" untuk mengacu kepada software yang bebas, dan "Proprietary
Software" untuk mengacu kepada software yang tidak bebas. Tetapi kata
"Free" ini mengandung dua arti dalam bahasa Inggris, yaitu bebas dan
gratis. Kata gratis inilah yang tidak bersahabat kepada dunia bisnis.
Karena itulah ESR, menggunakan istilah "Open Source" untuk mengacu
kepada software yang bebas, dan "Closed Source" untuk mengacu kepada
software yang tidak bebas(walaupun kemudian "Proprietary Software"
lebih populer dibanding "Closed Source").

RMS tetap bersikukuh dengan istilah Free Software tetapi istilah Open
Source ternyata jauh lebih luas dipakai(seperti istilah Linux yang
jauh lebih luas dipakai daripada istilah GNU).

Terakhir, kalo ada teman-teman yang mengirim email kepada RMS, mungkin
teman-teman mau memakai bahasa Indonesia saja, karena RMS bisa menulis
dalam bahasa kita lho :D

Terima kasih,
Eko Hermiyanto

PS:
1. Teco adalah sebuah design interpreter yang mempunyai akses ke
display dan keyboard. Setiap orang bisa menulis berbagai program dalam
bahasa tersebut yang kemudian bisa di-load kedalam sebuah sesi Teco,
sama seperti Emacs sesudahnya. Yang mana Emacs sendiri lahir dari
dalam rahim Teco sendiri. Orang-orang diluar komunitas pemakai Teco
dan Emacs umumnya mereduksi kedua platform tersebut sebagai text
editor.

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke