2008/9/23 Pataka <[EMAIL PROTECTED]>:

> Kalau melihat definisi arti kata "Linux" di dalam KPLi, ya, semestinya
> begitu. Tapi tidak dalam kenyataannya. KPLi selama ini meskipun namanya
> Linux, tetapi ternyata faktanya dia juga menjadi tempat bernaung aktivis
> lainnya non Linux. KPLi juga menjadi kendaraan bagi komunitas non Linux
> lainnya dalam lingkup FOSS. Sehingga persepsi publik terhadap KPLi pun
> bersifat umum yaitu: tempat mangkalnya aktivis FOSS. Tidak spesifik hanya
> aktivis Linux :)
>

Ok saya mulai paham maksud Anda. Masalahnya di definisi 'Linux' ya?
Menurut Anda Linux dalam KPLI itu:
a Linux sebagai kernel
b Linux sebagai distribusi lengkap
c Linux sebagai gerakan Free Software
d Linux sebagai gerakan Free Software dan Open Source Software
Melihat paparan Anda, d kelihatannya yang paling cocok untuk
menerjemahkan kata Linux. OK saya setuju bahwa disini kita _tidak
sepakat_ masalah definisi. Buat saya, b-lah yang cocok untuk
mendefinisikan Linux.

Kalau pengguna bermasalah nggak? Nanti yang developer saja nggak bisa ikutan?

> Saya paham, kalau memang ada niatan mau memurnikan gerakan KPLi, itu sah
> saja. Tapi bisa juga alternatifnya adalah merubah pengertian KPLi tidak
> terikat pada makna harfiah arti kata "Linux" atau kalau memang sulit sekali

hehe ini asumsi. Darimana Anda tahu niat saya?

>> Definisi itu tidak luas. Gunanya definisi adalah untuk membatasi.
>
> Ya dan tidak. Karena itu ada istilah definisi khusus yang lebih sempit dan
> definisi umum yang lebih luas. Mungkin bedanya, anda ingin tetap berada
> dalam definisi yang khusus karena memang menginginkan KPLi hanya untuk
> spesifik Linux, saya sebaliknya. Menginginkan definisi yang lebih umum agar
> supaya KPLi tidak hanya eksklusif Linux.
>

lagi-lagi ini asumsi, dalam sidang bisa diteriaki 'objection' karena
mengarahkan persidangan :-) Keinginan tidak relevan disini, yang
penting materi diskusi.

Menurut ilmu logika, definisi adalah deskripsi yang menunjukkan
pembeda terhadap sesuatu hal. Diskusi bisa produktif jika
masing-masing menjelaskan definisinya. Dari definisi itu akan
diketahui mana yang sama, mana yang tidak (terlepas dari niat
masing-masing). Jadi definisi itu tidak dibagi lagi. Kalaupun ada, itu
kaidah dalam membuat definisi. Misalnya definisi tidak boleh rekursif,
dst.

>> Lalu, tujuan digunakan Linux untuk popularitas semata itu kesimpulan Anda.
>
> Itu bukan kesimpulan, justru saya menyampaikan fakta saja. Kalau perlu nanti
> di ajang ILC2008 diabsen saja apakah selama ini KPLi hanya mengurusi Linux
> saja atau cenderung ke FOSS?
>

Kalau KPLI cenderung ke FOSS, saya nggak melihat hubungannya dengan
popularitas. Btw KPLI, I-nya besar, karena itu perpendekan dari
Indonesia.

> Subyektif kalau sifatnya mengharuskan atau memaksakan menjadi kebenaran
> tunggal. Saya tampil dalam diskusi ini tentu saja dengan subyektifitas sudut
> pandang saya yang kontra terhadap sudut pandang pihak lain. Tapi tujuan saya
> tampil adalah bukan semata untuk memenangkan sudut pandang saya, melainkan
> untuk menyeimbangkan wacana. Sehingga orang lain yang belum paham, tidak
> tahu harus bersikap, menjadi mengerti dan mengikuti diskusi secara obyektif,
> cover both sides dan akhirnya bisa menyimpulkan atau bahkan mungkin bersikap
> secara proporsional karena bisa memahami kedua sudut pandang.
>
> Yang selama ini saya lihat ada semacam dominasi pendapat yang lama-lama bisa
> jadi indoktrinasi :) Padahal sebenarnya ada yang tidak setuju tapi tidak
> bersuara.
>

Subyektif yang mengharuskan itu namanya fasis :-) Subyektif dalam
pemahaman saya adalah pendapat yang diambil berdasarkan kesimpulan
sendiri. Gaya bahasa Anda menuduh, tapi tidak apa. :-)

OK dari saya mungkin lebih dari cukup. Saya pikir anggota milis ini
(terutama aktivis KPLI) cukup bisa memilah mana yang perlu dibahas
nanti di KPLI meeting. Point-pointnya juga sudah saya sampaikan di
email lainnya (Risalah..)

Salam
-- 
fade2blac

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke