Aldebaran Chandra wrote:
Pada tanggal 11/11/08, Rusmanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
http://wiki.linux.or.id/KPLI
atau langsung ke:
http://wiki.linux.or.id/Memperoleh_subdomain_linux.or.id
Masih ada yang mengganjal, yang namanya komunitas itu kan perlu biaya
juga kalau seumpama mau mengadakan kegiatan
Lha itu ngumpulinnya darimana ya? Contohnya kalau KPLI semacam ini
Dana bisa dari sponsor kegiatan, misalnya Seminar,
atau kerja sama pelatihan, sharing fasilitas operasional, dll.
KPLI Jakarta pernah membuat seminar dengan *sisa* dana Rp 20 jutaan.
Istilah akuntansi untuk keuntungan non profit adalah sisa, bukan laba.
- Sisa: tidak boleh dibagi untuk pendiri/pengurus.
- Laba: boleh dibagi sebagai deviden (PT/CV) atau SHU (koperasi).
Ini sekadar contoh yang pernah saya tahu (cmiiw):
- Sponsor seminar KPLI Jakarta: RedHat, SUSE (Novell), Oracle, dll.
- Sponsor untuk ILC 2008 oleh komunitas Linux di Bali: Acer, dll.
- Sponsor seminar yang diadakan KPLI Medan: Telkom, dll.
YPLI dapat sponsor atau hibah lewat Unesco (pusatnya di Perancis),
Hivos (pusatnya di Belanda), dan beberapa perusahaan Indonesia
yg sukses memanfaatkan Linux seperti Padi.Net dan Indoglobal (hosting)
Linuxindo dan NF Computer untuk dana operasional dan fasilitas,
Rimbalinux untuk SDM, dan banyak lagi yg maaf tidak disebut semua.
Rus
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis