st SABRI wrote:
Rusmanto wrote:
Utian Ayuba wrote:
usulan saya, acaranya tetap setahun sekali. tapi yang jadi tuan
rumah sudah dipilih/terpilih dua tahun sebelum pelaksanaan, sehingga
harapannya, kegiatannya jadi lebih siap.
Setuju dg usul ini (jalan tengah dengan usulan Pak Sabri),
yg juga sudah disepakati pula saat ILC 2008, bahwa ILC 2010 di Bogor.
Di ILC 2009 (Makassar) kita memutuskan siapa tuan rumah ILC 2011.
Rus
Bener nih, seperti model olimpiade .... dua event ke depan sudah
ditentukan sehingga panitia bisa siap-siap.
Tentang EO ... pemilik Event bisa TIDAK MENGELUARKAN BIAYA SAMA
SEKALI, karena sumber pembiayaan akan digali oleh Pihak EO dan
biasanye mereka lebih memiliki akses dan "stok" pihak mana yang musti
dihubungi sebagai sponsor atau apa saja yang bisa dijual.
sbg Contoh, mengapa dengan EO biaya lebih murah bagi pemilik event.
Untuk membangun Booth. Panitia spt kita tidak memiliki booth sehingga
semua harus dibeli dan dibangun, sementara kebanyakan EO sudah
memiliki stok konstruksi booth, colokan listrik, meja dsb yang
digunakan berulang-ulang.
EO lebih dikenal oleh sponsor dan punya reputasi .... sedangkan
kepanitiaan kita bisa dianggap amatiran oleh pihak tertentu, meski
amatir tidak identik dengan rendahnya kualitas (Olimpiade adalah event
HANYA untuk para amatir).
contoh lain, kita mungkin hanya mampu menjual event ILC pada vendor
komputer, toko komputer. Tapi sebuah EO bisa jadi mampu menjual event
Linux pada persatuan pedagang tahu, atau persatuan penangkar burung
perkutut.
salam
./sts
Bagus tuh, efek komersil eh industrinya lebih terasa.
BTW, acaranya ditambah gitu, pakai pelatihan organisasi atau workshop, dll
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis