Salam,
On Nov 24, 2008, at 5:05 PM, Utian Ayuba wrote:
Proaktif mempromosikan Linux/FOSS sebagai solusi alternatif aplikasi
komputer yang legal dan terjangkau agar dapat dimanfaatkan seluas
mungkin
oleh masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan-(aplikasi)-nya.
Promosi ini
pada akhirnya juga akan mendorong tumbuhnya kreatifitas
pengembangan dan
bisnis terkait aplikasi Linux/FOSS sehingga menjadi sub industri
baru yang
akan turut memajukan, mencerdaskan dan meningkatkan kemandirian
bangsa.
ini betul.
hanya menurut saya aktifis Linux itu promosinya bukan Linux sebagai
"alternatif", tapi justru sebagai "pilihan utama" aplikasi.
saya curiga jangan-jangan, karena kita sering bilang linux itu
alternatif, mengakibatkan linux ga pernah jadi pilihan utama untuk
siapapun.
buat saya ini penting dan sangat fundamental.
Bagus, setuju.
kemudian kalimat terakhir saya perhatikan (kskss) jadi seperti efek
samping samping setelah Linux terkenal. Nah, menurut saya justru
target seperti ini yang kita kejar jadi target utama.
Setuju juga.
Jadi menurut saya, kalau kita berhenti di software legal, apakah ini
salah?
tentu tidak, justru memang itu seharusnya.
tapi artinya juga software proprietary bisa digunakan sejauh legal,
dan ini tidak salah. (ingat agen-agen untuk ini sudah banyak di muka
bumi ini termasuk pemerintah dan penegak hukum)
Yang belum jelas mungkin adalah premise korelasi antara tidak
menggunakan aplikasi proprietary dan kemandirian, ini perlu dibuktikan
dan ditekankan. Apakah memang benar kalau menggunakan Linux/FOSS maka
bangsa kita akan lebih mandiri?
lalu bagaimana dengan hal-hal seperti investasi yang tidak bersifat
lokal (karena kita tahu vendor software proprietary kebanyakan di
luar), bebas dari ketergantungan software yang mungkin dimonopoli satu
vendor, mewujudkan kreatifitas dan kemandirian bangsa, dan jadi bangsa
yang merdeka bukan bangsa yang seperti kerbau dicucuk hidungnya ? :D
Ini sudah bisa dirasakan, tapi juga perlu dibuktikan. Antara lain
dengan meningkatkan "kandungan lokal" dan pemanfaatan/penggunaan
aplikasi Linux/FOSS hasil pengembangan proyek lokal. Sebab kita harus
sadari bahwa Linux/FOSS juga bukan produk lokal dan soal monopoli juga
bisa saja terjadi (meskipun tidak separah model proprietary).
orang-orang yang aktif mewujudkan mimpi ini yang belum banyak di
indonesia, dan menurut saya, ini bisa diwujudkan dimulai dengan kita
belum merasa puas dengan target penggunaan software legal saja.
Betul. Bagus sekali kalau mimpinya ditularkan. Sebab banyak juga
aktivis yang mimpinya hanya ingin menjadi geeks atau nerds, meskipun
itu juga bukan suatu hal yang salah dan sah-sah saja :))
_______
Regards,
Pataka
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis