--- On Tue, 12/16/08, Adi Nugroho <[email protected]> wrote:
> From: Adi Nugroho <[email protected]>
> Syukurlah, saya bernasib lebih baik dari Pak Sabri.
> saya tinggal di negara yang tidak perlu cari cari pinjaman
> legalitas hanya
> untuk bikin acara.
> Beberapa hari lagi LUGU alias Linux User Group Ujungpandang
> alias KPLI
> Makassar akan membuat Linux Multi Release Party.
> Bisa menyurat ke mana mana tanpa masalah.
> Dapat sponsorship dari beberapa perusahaan besar.
> Mulai dari duit jutaan rupiah, DVD ratusan keping, goodies
> dan lain lain.
>
> So, untuk KPLI lain, jangan terpengaruh pada promosi yang
> mengatakan bahwa
> KPLI harus berbadan hukum. Tidak harus. Selama semua
> kegiatan masih bisa
> jalan, jalan saja.
>
> Tindak nyata lebih penting daripada selembar kertas.
>
> Di Indonesia memang banyak yang menganggap bahwa kertas itu
> lebih berharga
> daripada manusia.
> Saya sebaliknya. Manusia lebih berharga daripada kertas.
>
> Terbukti, kegiatan kali ini sukses besar mencari sponsor,
> bukan karena
> kertasnya, tapi karena panitianya yang punya relasi di
> banyak perusahaan
> besar.
>
> Kalau saya malah tak mau nyontek organisasi yang begitu
> dilegalkan, langsung
> tak punya kegiatan. Kertas punya, manusia gak punya,
> hehehe....
>
> Mending yang wajar wajar saja.
> Kadang kita butuh kertas, tapi jangan mendewakan kertas.
> Punya kertas tidak selalu hebat.
> Kertas baru berharga, kalau dipegang oleh orang yang tepat.
>
> Salam,
> Adi Nugroho
>
Setuju dengan Pak Adi. Kok kayaknya negara ini mendewakan selembar kertas. Wah
asyik juga ya di LUGU, bisa bikin acara gede dengan banyak sponsor.
--
[ budiwijaya ]
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis