2009/5/13 Adi Nugroho <[email protected]>:
>
> Menurutku, menteri perdagangan mesti berkonsentrasi lebih besar untuk
> meningkatkan export, dibandingkan dengan meningkatkan import.
>
> Negosiasi dengan Steve Ballmer jelas jelas tujuannya adalah untuk meningkatkan
> import.
>
> Kalaupun tidak mendukung opensource, setidaknya Menteri perdagangan berusaha
> MENJUAL software produksi Indonesia ke Microsoft, dan bukan sebaliknya,
> mendorong import software dari Microsoft.
>

Setuju sekali sama usulan mas adi diatas

dalam konteks berita tersebut, mendag melakukan nego supaya harga
produk microsoft bisa murah di Indonesia itu juga patut diapresiasi,
tapi melakukan negosiasi spy harga produk microsoft murah di Indonesia
itu juga bukan hal mudah.

menurut saya, tugas mendag akan lebih berhasil jika bisa meningkatkan
potensi export FOSS dan juga berhasil melakukan nego supaya harga
microsoft turun. artinya, kedua belah pihak (baik pengguna FOSS
ataupun pengguna Microsoft yang ada di Indonesia) akan diuntungkan
atas kebijakan tersebut. Jadi, menurut saya tidak ada yang salah
dengan langkah yang diambil mendag. wajar kalau ditentang kalangan
FOSS, tapi wajar juga kalau disyukuri para pengguna produk microsoft
di Indonesia.

anyway, ini bisa jadi pro kontra, karena memang konteksnya sangat
luas. Tapi pendapat saya diatas didasari atas dasar prinsip "be
legal". Apapun sistem operasinya kalau itu legal, maka itu bukan
sebuah masalah. Toh, pilihannya tetap ada di pengguna akhir.

-- 
Dudi
http://dgk.or.id

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke