2009/7/3 Adnan Adhy Kurniawan <[email protected]>:
> -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
> Hash: SHA1
>
> M. Dedi Rudianto wrote:
>
>>> Ini official reply dari si pembuat ePaper Silverlight, mohon
>>> di-forward balik ke milis linux-aktivis yg punya akses ke sana
>>> ---
>>> Baru aja nyampe rumah (jam 11.30pm) abis dari nyari uang buat beli
>>> susu anak, lucu juga liat thread seperti ini...
>>>
>>> 1. Daripada heboh 6 jam nongkrongin thread kayak gini, apa susahnya
>>> sih install VirtualBox (gratis, thanks to Sun) dan Windows Server 2008
>>> 180-hari Trial
>>> (http://www.microsoft.com/windowsserver2008/en/us/trial-software.aspx).
> =======
> sangat susah om, dan jujur aja om, saya ndak heboh koq om wong saya
> langsung balik kanan langganan e-paper TEMPO. Perlu anda ingat mengubah
> OS tidak semudah anggapan anda, kita sudah bersusah payah mencoba keluar
>  dari kungkungan "pembajakan" kenapa anda memberikan solusi untuk
> kembali kesana? okelah virtualbox gratis, okelah windows server gratis
> "selama 180" hari tapi setelah itu? apakah ini "kebijakan" atau "mencari
> tangga" yang anda maksud?
>>>
>>> Wong saya aja yg develop ePaper pake Mac OS X running VMware Fusion
>>> running Vista Ultimate nggak masalah running Windows virtualized :)
> =====
> WOW ----> berapa duit tuh???
>>>
>>> Saya rasa jika Anda stuck menghadapi sebuah tembok, lebih arif mencari
>>> tangga untuk melompati tembok tersebut.
>>> Saya salut dengan orang-orang berpikiran maju seperti ini....
> =====
> Kalo saya rasa lebih bijak, jika kita bisa merobohkan tembok yang "tidak
> perlu" kenapa tidak dirobohkan saja.  "Tangga" hanya solusi sementara
> dan tidak berlaku untuk semua orang, Bila yang kita buat itu dimaksudkan
> untuk publik tentunya pertimbangan "untuk publik"lah yang kita utamakan
> dan kita sebagai developer diwajibkan untuk tidak membuat tembok yang
> menghalangi publik untuk mengaksesnya ya kan?
>>>
>>>
>>> 2. Males instal VirtualBox terus ga bisa baca ePaper? Apa susahnya sih
>>> keluar ke warung beli Koran Kompas seharga Rp 3,500 doank?
>>>
>>> Wong saya baca e-Book aja di-print dulu daripada kacamata minus saya
>>> nambah...
> =======
> Itu pilihan om, sekali lagi pilihan. ilustrasi aja, saya tinggal di
> pulau terpencil, dimana di sana tidak ada loper koran, sedangkan saya
> pake linux,(disana ada sinyal GSM) trus apakah saya harus ketinggalan
> berita kompas hanya gara-gara "ini"? e-paper, koran, atau alternatif
> lainnya seharusnya menambah "option" buat publik kan? bukannya malah
> menutup "option" kan?
>>>
>>> Kalo nggak suka menghargai hasil karya orang lain yg begadang 2 bulan
>>> buat ngerjain Silverlight ePaper ini, ya silakan Anda hargai loper
>>> koran dan membayar 3,500 untuk user experience yg tak terkalahkan.
> =======
> Justru dalam rangka menghargai hasil karya orang itulah kita melakukan
> "push" ke KOMPAS. Apakah anda menyarankan kita memakai windows dan MacOS
> yang tidak mampu saya beli hanya untuk menghargai karya anda? saya rasa
> anda yang egois.  Kalau kebijakan anda mencerminkan kebijakan KOMPAS
> maka sayapun tidak akan sudi membeli edisi cetak KOMPAS karena saya
> takut bila di kemudian hari edisi CETAK juga memberlakukan vendor
> locking seperti ini :D
Koran nasional tidak hanya kompas kan? media online lain juga masih
banyak, lama-lama ini jadi milis kompas-aktivis :)




-- 
Muhammad Panji
http://sumodirjo.wordpress.com
http://www.kurungsiku.web.id

--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke