Just berbagi cerita....

Dulu, akhir tahun 90-an, kita sering mengadakan festival instalasi.
Kita mengundang orang yang ingin mencoba linux, lalu kita instal
komputernya rame rame.
Belakangan sudah jarang kita dengar istilah instal fest alias festival
instalasi.

Atas prakarsa Dr. Mahmud Ghaznawie, Dokter sesat dari Makassar, Hari
Sabtu 3 Oktober 2009 telah diadakan festival instalasi di fakultas
kedokteran Universitas Nusa Cendana (UNDANA) di Kupang, Nusa Tenggara
Timur.

Hari jumat-nya, tanggal 2 Oktober, ada acara pengenalan linux oleh Dr.
Mahmud, dan bagi bagi DVD Medical-Linux.

Medical Linux?
Apa itu?

Medical Linux adalah remaster linux mint gloria, yang dijejali dengan
materi materi kedokteran, baik berupa e-book maupun video, sehingga
anak kedokteran yang baru masuk, kalau rajin buka buka linuxnya, pasti
akan pintar dengan segera, melampaui dosen dosennya.
Isinya cukup lengkap, mulai dari video cara periksa perut sampai video
proses melahirkan ada di situ.
Total sekitar isi DVD sekitar 3 GB.
Ide dasar berawal dari Dr. Mahmud, dan dieksekusi oleh Fadly, anggota
LUGU (linux user group ujungpandang) yang berkemampuan super, sekelas
densus 88>

Setelah cukup tertarik dengan materi kedokteran yang pre-loaded, plus
keindahan compiz dan kemudahan linux mint (saya suka menu-nya linux
mint yang sangat sederhana dan user friendly), maka para mahasiswa
baru dipersilakan untuk mempersiapkan diri untuk festival instalasi,
setidaknya membackup data masing masing, untuk mencegah segala
kemungkinan.

Berhubung di desa, jadi, dari sekitar 50 mahasiswa/i, hanya sekitar
15-20 orang saja yang bawa notebook.

Besoknya, hari sabtu, acara dimulai jam 09:25, lebih cepat 35 menit
dari waktu yang ditentukan, jam 10:00, karena mahasiswa/i sudah
menunggu dengan antusias.
Jadi, seluruh mahasiswa yang bawa notebook mulai menginstal notebook
masing masing.
Dari seluruh peserta tersebut, ada 3 orang yang gagal, karena
notebooknya tidak mau booting dari DVD. Entah karena notebooknya, atau
DVD-nya.
Berhubung aku sendirian dan tidak ada assisten, maka the show must go
on, agar selesai tepat waktu dan acara tidak bertele tele.
Ya, kalau aku sibuk di komputer demi komputer, keseluruhan acara malah
rusak. Jadi mereka bertiga terpaksa dibiarkan alias ditinggalkan.

Acara instalasi berlangsung lancar dan renyah.
Anak anak kedokteran UNDANA pada cerdas cerdas, sehingga mudah
mengikuti, plus renyah menanggapi jokes jokes yang diberikan.
Saat pemartisian, aku terkezut, karena DVD medical-linux itu 3 GB,
sedangkan installer men-default partisi linux ke 2.5 GB.
Bug kecil, yang tidak perlu diberitahukan ke user. Langsung jalan
work-around-nya, yaitu partisi secara manual.
Lebih sulit dibandingkan next-next, tapi apa boleh buat.
Setidaknya aku bersyukur cepat melihatnya.
Soalnya aku sendiri tanpa persiapan sama sekali. Notebookku DVD
drive-nya rusak total, sehingga tidak bisa mencoba di rumah.

Karena mempartisi dilakukan secara manual, dan tidak ada assisten,
maka 2 user kebingungan dalam mempartisi. Sebelum gagal total alias
menghapus seluruh data mereka, aku suruh stop, untuk dilanjutkan
secara privat setelah acara keseluruhan selesai.

So, instalasi berikutnya berjalan lancar, seluruh peserta lain
(Sekitar 10-15 user) terinstal dengan sangat mulus, dan langsung konek
ke wifi kampus.
Aku pamer setting wifi dan sedikit compiz, tapi tidak bisa lama karena
sudah mendekati jam 11:30.
Acara ditutup, dan aku lanjutkan dengan membantu 2 orang yang kebingungan tadi.
Sukses. Keduanya terinstal dengan baik.

Berarti total ada 12-17 pengguna baru Linux di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Selamat datang di dunia Linux, semoga betah dan tidak kembali ke sistem lama.


-- 
Salam,
Adi Nugroho

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke